Kompas.com - 03/06/2016, 12:20 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com -  Sebagian wilayah Jerman dan Perancis terendam banjir bandang hingga Jumat (3/6/2016) ini. Sedikitnya 10 orang tewas akibat banjir dalam beberapa hari terakhir.

Ribuan warga juga mengungsi di Perancis akibat meluapnya air sungai Seine.

Bahkan, pengelola museum Louvre, Paris telah mengumumkan akan memindahkan barang-barang dari jangkauan banjir.

Pada Jumat ini, museum yang paling ramai dikunjungi di dunia itu, ditutup.

Pengelola dan petugas terkait sibuk memindahkan karya seni dari ruang penyimpanan bawah tanah.

Evakuasi besar-besaran harta museum itu ke lantai atau ruang yang tinggi dilakukan karena luapan air sungai Sein semakin mendekat setelah hujan tak putus-putusnyadalambeberapa hari terakhir.

Beberapa kota di Jerman selatan hancur dihantam banjir.

Warga terpaksa meninggalkan rumah dengan bantuan petugas penyelamat yang mengevakuasi mereka dengan perahu karet.

Jalan-jalan dipenuhi air yang membawa serta lumpur yang tebal.  

Pemandangan di permukiman warga menjadi kotor oleh lumpur dan sampah.

Petugas meteorologi dan geofisika mengatakan, Perancis dan Jerman akan terus diguyur hujan deras selama 24 jam ke depan.

Di Perancis, seorang pria yang sedang menunggang kuda tersapu banjir setelah air di sebuah sungai di Evry-Gregy-sur-Yerre,  tenggara Paris menghantamnya.

Mayat pria tua, penunggang kuda, yang telah berumur tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa oleh petugas. Kuda berhasil menyelamatkan dirinya dan diamankan polisi.

Beberapa kota Perancis tenah telah dilanda banjir terburuk dalam lebih dari satu abad.

Lebih dari 5.000 orang dievakuasi sejak akhir pekan dan sekitar 19.000 rumah tanpa listrik.

Banjir di Jerman

Kekacauan akibat banjir juga melanda Simbach am Inn di Jerman.

Sebuah pusat pengergajian kayu tersapu banjir dan materialnya teronggok di jalan sehingga jalan tidak bisa dilalui lagi.

Di jalan yang lain di kota yang sama, banyak mobil yang sedang terparki pun tersapu banjir. Sejumlah kendaraan lain dalam kondisi terbalik dan tertutup lumpur.

Lima orang tewas di daerah Simbach, termasuk tiga perempuan dari satu keluarga yang sama.

Tiga orang itu terdiri dari seorang ibu, nenek, dan anak, yang telah terjebak di dalam rumah mereka.

Dua orangtua lainnya juga ditemukan tewas di rumah mereka.

Seorang juru bicara polisi Jerman, Armin Angloher, mengatakan, banjir datang dengan sangat tiba-tiba sehingga praktis warga yang mampu menyelamatkan diri dengan cepat

Korban tewas akibat banjir di Jerman telah mencapai sembilan orang, termasuk empat tewas awal pekan ini di wilayah Baden-Wuerttemberg.

Tiga orang lainnya hilang, kata seorang juru bicara polisi di Negara Bagian Bavaria.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan prihatian atas becana banjir bandar karena banyak keluarga yang akhirnya menderita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.