Kompas.com - 02/06/2016, 07:36 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

Bibi kemudian  diproses hukum dengan tuduhan telah menghina Nabi Muhammad.

Ia sidang di pengadilan kota Sheikhupura, dekat Lahore, Pakistan, dan divonis hukuman mati pada 8 November 2010.

Perempuan Kristen itu, yang juga dikenal dengan nama Aasiya Noreen, menjadi wanita pertama di Pakistan yang dijatuhi hukuman mati.

Menurut Express, Pakistan termasuk enam negara paling berbahaya di dunia bagi kaum Kristen.

Sekitar 700 gadis dan perempuan Kristen diculik, diperkosa, dan dipaksa kawin dengan pria Muslim, serta dibakar hidup-hidup jika menolak lamaran.

Dua politisi Pakistan telah dibunuh sejak 2010 setelah mereka berbicara secara terbuka untuk membela minoritas Kristen.

Sekarang, lebih dari 600.000 orang dari seluruh dunia telah menandantangani sebuah petisi untuk pembebasan Bibi dari hukuman mati.

Suami, Ashiq Masih, dan putri-putri Bibi telah menyembunyikan diri karena menerima ancaman akan dibunuh.

Ekseskusi atas Bibi telah ditunda, yang seharusnya telah dilaksanakan pada 2015.

Menurut Daily Mail, kelompok-kelompok HAM percaya, hukum sering digunakan untuk melakukan diskriminasi terhadap agama minoritas, seperti terhadap orang Kristen yang jumlahnya diperkirakan sekitar tiga juta orang di negeri itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.