Kompas.com - 02/06/2016, 06:22 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

ISLAMABAD, KOMPAS.com – Seorang gadis berusia 19 tahun di Pakistan tewas di rumah sakit, Rabu (1/6/2016), sehari setelah dibakar karena menolak lamaran untuk menikah.

Gadis remaja tersebut merupakan guru di sebuah sekolah di Murree, ibu kota Distrik Murree Tehsil, Provinsi Punjab, Pakistan, seperti dilaporkan situs berita Dawn, Pakistan, Rabu malam.

Salah satu harian terbesar di Pakistan itu tidak menyebut nama gadis korban tersebut.  Situs berita Pakistan lainnya, Tribune.com.pk, mengatakan, nama gadis itu adalah Maria Sadaqat.

Maria disiksa dan dibakar pada Selasa (31/5/2016) oleh sekelompok orang atas suruhan sesepuh kampungnya setelah menolak lamaran nikah dari seorang pria yang tidak disukainya.

Pada hari yang sama gadis itu pun dibawa Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) di Islamabad oleh keluarganya.

Dokter di PIMS mengatakan, gadis itu akhirnya meninggal pada Rabu (1/6/2016) siang karena menderita luka bakar serius, yang meliputi 85 persen tubuhnya.

Mayat gadis itu telah dipindahkan ke rumah sakit pusat di Murree. Polisi sudah menyelidiki kasus itu tetapi belum ada yang ditangkap ketika berita ini diturunkan.

Kasus ini awalnya terjadi ketika lima pria menyelinap masuk paksa ke rumah korban, lalu menguncinya di sebuah kamar, dan mulai menyerangnya karena tidak mau menikah.

Paman korban, Nasir Abbassi, menyatakan keluarga telah pergi ke sebuah pertemuan sosial dan gadis itu sendirian di rumah ketika insiden itu terjadi.

Menurut Abbassi, setelah mengalahkan korban, para tersangka lalu membakarnya dan melemparkannya di selokan di belakang rumah gadis itu.

Setelah mendapat informasi dari seorang anak laki-laki setempat, keluarga bergegas pulang. Mereka langsung mengeluarkannya dari selokan dan membawanya ke rumah sakit setempat.

Rumah sakit terdekat ternyata tidak memiliki dokter ahli untuk menangani korban luka bakar serius. Korban pun dirujuk ke PIMS di Islamabad dan akhirnya meninggal pada Rabu (1/6/2016).

Sebelumnya, masih pada Mei ini, seorang gadis berusia 16 tahun dicekik dan dibakar di desa Makol Galyat atas perintah seorang tokoh dewan ketua suku dan pemimpin sipil (jirga) setempat.

Polisi Abbottabad, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa,  Paskistan timur laut mengatakan, tindakan keji di Makol Galyat itu atas perintah 15 anggota jirga.

Gadis 16 tahun itu dibunuh dan dibakar sebagai hukuman karena telah membantu temannya untuk melarikan diri bersama pacar pilihannya.

Gadis malang ini dijemput paksa di rumahnya lalu di bawah ke sebuah rumah kosong di mana ia dibius, dibunuh, dan mayatnya dibakar bersama sebuah mobil yang telah disirami bensin.

Kekerasan seperti ini lumrah terjadi di Pakistan. Kawin paksa dan pembunuhan paksa terhadap gadis yang menolak menikah, selain oleh pihak lain juga karena demi demi kehormatan keluarga.

Pembunuhan terhadap gadis remaja Pakistan berusia 16 tahun ini juga terbilang sadis dan mengerikan. Ia dibunuh demi "kehormatan" keluarga.

Dua hari lalu, Kompas.com menurunkan berita lain, Dewan Ideologi Islam (CII)  Punjab, Pakistan, juga mengusulkan peraturan yang mengizinkan suami memukul istrinya jika menolak berhubungan seks.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.