Bermaksud Menyerang Al Qaeda, Koalisi Arab Tewaskan 10 Warga Sipil Yaman

Kompas.com - 26/05/2016, 09:49 WIB
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menggempur sejumlah target di Yaman guna memerangi pemberontak Houthi. AFPKoalisi militer pimpinan Arab Saudi menggempur sejumlah target di Yaman guna memerangi pemberontak Houthi.
EditorPascal S Bin Saju

SANA’A, KOMPAS.com - Serangan beberapa pesawat tempur milik koalisi Arab Saudi meleset dari sasaran dan secara keliru menewaskan 10 warga sipil di Provinsi Lahj, Yaman selatan, Rabu (25/5/2016).

"Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi bermaksud menggempur satu rumah yang dikuasai anggota Al Qaeda di daerah Mahlah, Provinsi Lahj, tapi secara keliru menewaskan 10 warga sipil di sana," kata sumber keamanan Yaman.

"Semua korban adalah anggota satu keluarga dan empat orang lagi menderita luka parah," kata sumber tersebut.

Seorang agen dinas intelijen militer Yaman mengatakan "Beberapa komandan Al Qaeda yang dicari bersembunyi di satu bangunan di permukiman yang sama di Mahlah, Lahj."

"Sayangnya, anggota Al Qaeda itu selamat dari serangan koalisi pimpinan Arab Saudi dan warga sipil tersebut secara tak sengaja menjadi korban," kata sumber intelijen itu.

Satu sumber pemerintah lokal Lahj mengatakan bahwa "satu komite yang terdiri atas beberapa ahli tingkat tinggi militer dan kepala suku dibentuk untuk melakukan penyelidikan secepatnya mengenai peristiwa tersebut".

Pada April, pasukan Pemerintah Yaman melancarkan serangan anti-teror dan mengusir sejumlah pria bersenjata yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda.

Pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh helikopter militer Uni Emirat Arab (UEA) terus membuat prestasi penting di Yaman.

Koalisi merebut kembali beberapa daerah penting dari gerilyawan Al Qaeda di provinsi di bagian selatan negeri tersebut dan di provinsi tenggara, Hadhramauth, selama beberapa pekan belakangan.

Namun, Aden yang menjadi ibu kota sementara pemerintah Yaman, dan provinsi lain yang dikuasai oleh pemerintah yang diakui masyarakat internasional, masih menghadapi kekacauan.

Kondisi tak kenal hukum mengakibatkan tewasnya beberapa pejabat tinggi militer dan keamanan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X