Kompas.com - 24/05/2016, 15:21 WIB
EditorErvan Hardoko

AGRA, KOMPAS.com — Sejak selesai dibangun pada 1654, Taj Mahal berhasil bertahan dari berbagai jenis serangan. Kompleks ini pernah diserang oleh orang-orang Jat, dirusak tentara Inggris, dan terpapar polusi udara.

Kini, Taj Mahal harus menghadapi sebuah ancaman lain yang baru teridentifikasi, yaitu kotoran serangga.

Serangga yang berkembang biak di sungai yang mengalir di dekat Taj Mahal meninggalkan jejak kotoran berwarna hijau dan hitam di dinding marmer bangunan bersejarah itu.

Para pekerja setiap hari menyikat dinding Taj Mahal untuk membersihkan kotoran itu, tetapi proses pembersihan ini juga menimbulkan risiko.

"Terlalu sering disikat bisa merusak mosaik bunga dan mengurangi kehalusan permukaan dinding," kata Bhuvan Vikram dari Survei Arkeologi India.

"Akibatnya, serangkaian panel marmer yang memiliki motif tumbuhan sudah banyak yang kehilangan bentuknya," tambah Vikram.

Sementara itu, pemerintah terus berupaya untuk mencari solusi permanen untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan serangga dari jenis Goeldichiromonus.

Serangga ini adalah jenis lalat bertubuh panjang seperti nyamuk yang berkembang biak di Sungai Yamuna.

Sungai ini sangat kotor hingga mencapai level yang tak bisa lagi menunjang kehidupan ikan yang biasanya menjadi pemangsa alami serangga itu.

Sebuah laporan mengungkap bahwa bercak-bercak hijau di dinding Taj Mahal adalah kotoran serangga.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.