Presiden Obama Tegaskan Tak Akan Minta Maaf Terkait Bom Atom Hiroshima

Kompas.com - 23/05/2016, 12:13 WIB
Presiden Barack Obama. HOANG DINH NAM / POOL / AFPPresiden Barack Obama.
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama menegaskan, dia tidak akan meminta maaf terkait pengunaan bom atom terhadap kota Hiroshima.

Pernyataan itu disampaikan Obama, yang akan menjadi presiden AS yang mengunjungi Hiroshima dalam masa jabatannya itu, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi NHK.

"Tidak (akan meminta maaf), sebab saya pikir penting diingat bahwa di masa perang, para pemimpin memang harus membuat keputusan seperti itu," ujar Obama.

"Ini adalah tugas para sejarawan untuk mempertanyakan dan meneliti masalah ini, tetapi saya yang sudah menjadi presiden selama 7,5 tahun paham bahwa para pemimpin membuat keputusan sulit khususnya di saat perang," lanjut dia.

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama di dunia ke kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan mengakibatkan 140.000 orang tewas.

Bom atom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki, di sebelah selatan Hiroshima, tiga hari kemudian dan menewaskan 74.000 orang.

Kedua bom itu akhirnya memicu menyerahkan Jepang dan sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.

Akhir pekan lalu, Obama mengunjungi Vietnam dan pekan ini dia akan menghadiri KTT G7 di Jepang. Di sela-sela KTT itu, Obama akan berkunjung ke Hiroshima.

"Tujuan saya bukan hanya sekadar mengenang masa lalu tetapi untuk memastikan bahwa orang tak berdosa yang tewas dalam perang, di kedua sisi, bahwa kita sudah melakukan apapun untuk menciptakan perdamaian di dunia dan memperjuangkan dunia tanpa senjata nuklir," kata Obama dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (22/5/2016).

Pernyataan Obama ini mempertegas serangkaian komentar para petinggi AS yang mengatakan Obama tak akan meminta maaf terkait penggunaan bom atom saat berkunjung ke Hiroshima.

Kunjungan Obama ke Hiroshima ini memicu kembali perdebatan terkait keputusan Presiden AS Harry Truman untuk menggunakan bom atom demi mengakhiri perang.

Banyak warga AS yang yakin penggunaan bom atom diperlukan demi menghindari perang yang lebih brutal saat AS menginvasi Jepang.

Namun, sebagian besar warga Jepang menilai penggunaan bom atom terhadap warga sipil tak diperlukan dan memandang keputusan itu adalah sebuah kejahatan.

Berdasarkan survei yang digelar kantor berita Kyodo menyebut 80 persen penyintas bom atom tak menginginkan permintaan maaf dari Obama.




Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X