Keluarga Korban MH17 Gugat Presiden Putin Rp 100 Miliar Per Korban

Kompas.com - 22/05/2016, 13:24 WIB
puing puing pesawat Malaysian Airlines MH17 yang jatuh ditembak Juli 2014 BBCpuing puing pesawat Malaysian Airlines MH17 yang jatuh ditembak Juli 2014
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Para keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH17 mengugat Pemerintah Rusia dan Presiden Vladimir Putin ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Seperti yang beritakan, pada 2014, jet yang mengangkut 298 penumpang dan kru tersebut jatuh ditembak misil buatan Rusia saat melintas di wilayah timur Ukraina. 

Pihak barat dan juga Ukraina menuduh Rusia telah memberikan dukungan kepada para pemberontak. Namun Rusia justru menyalahkan Angkatan Udara Ukraina. 

Kini, seperti diberitakan News.com.au yang dikutip Associated Press, Minggu (22/5/2016), gugatan para keluarga didasarkan kepada adanya pelanggaran terhadap hak penumpang untuk hidup.


Gugatan yang mencapai nilai 7,2 dollar AS atau hampir Rp 100 miliar untuk setiap korban ditujukan baik kepada Pemerintah maupun Presiden Rusia.

Jerry Skinner, selaku pengacara penerbangan yang berkedudukan di Amerika Serikat menilai, merupakan hal yang berat bagi keluarga untuk hidup dalam kenyataan bahwa orang-orang yang mereka kasihi tewas karena kriminalitas.

"Sejauh ini Rusia tidak mempunyai fakta yang membuktika bahwa Ukraina yang bersalah. Sebaliknya kami mempunyai banyak fakta, foto, memorandum yang membuktikan Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab," kata Jerry.

Jerry mengatakan, pihaknya kini menantikan tanggapan dari ECHR, yang menerima/tidak gugatan itu.

Sementara, pihak Istana Kremlin mengaku belum mengetahui gugatan itu. Hal ini diwartakan Kantor Berita Interfax.

Namun, seorang senator dari kubu Putin dalam sebuah media lokal menyebutkan, langkah gugatan itu merupakan hal berlebih dan tak masuk akal.

Sejauh ini ada 33 sanak saudara dan kerabat dari penumpang masakapai Malaysia tersebut yang sudah melengkapi aplikasinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X