Pencabutan Embargo Senjata atas Vietnam Bisa Bikin China Tidak Senang

Kompas.com - 20/05/2016, 19:18 WIB
Reuters/Jonathan Ernst Presiden AS Barack Obama menjabat tangan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, setelah mereka berbicara kepada wartawan dalam pertemuan di Gedung Puting, Washington DC, AS, 7 Juli 2015.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dapat mencabut embargo senjata saat ia melakukan kunjungan pertamanya ke Vietnam, pekan depan.

Pencabutan embargo senjata akan menghapuskan hambatan terakhir keduanya dari sisa permusuhan pada zaman perang.

Namun, pencabutan embargo senjata itu juga mungkin akan membuat China tidak senang. Beijing telah menggambarkan peningkatan hubungan pertahanan AS di kawasan tersebut.

Beijing semakin curiga di tengah ketegangan militer yang meningkat di Laut China Selatan, yang tidak saja melibatkan beberapa negara tetangga di kawasan, tetapi juga AS.

Terkait kunjungan Obama ke Vietnam, salah satu negara yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan, Beijing telah mengeluarkan komentarnya akhir pekan lalu.

China menyatakan gembira melihat Vietnam memulihkan hubungan dengan AS. Namun, Beijing mengharapkan hal itu dapat memberikan keuntungan bagi perdamaian di kawasan itu.

"Dari sudut pandang pemerintah China, kami senang melihat Vietnam membangun pemulihan hubungan dengan negara yang bersangkutan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, terkait kemungkinan pencabutan embargo senjata  itu.

"Kami juga berharap kemitraan itu dapat memberikan manfaat bagi perdamaian kawasan, stabilitas, dan kemakmuran," katanya menambahkan tanpa menguraikan lebih lanjut.

Perdebatan di lingkungan pemerintah AS atas pencabutan embargo senjata terjadi di tengah persiapan Presiden Obama mengunjungi Vietnam, pekan depan.

Vietnam, mantan seteru AS itu, meningkatkan kemitraan menghadapi peningkatan keangkuhan penguasaan wilayah oleh China di Laut China Selatan.

Ada dukungan yang cukup di Washington untuk mencabut pembatasan tersebut, termasuk dari Departemen Pertahanan atau Pentagon.

Namun ada juga kantong-kantong oposisi di Kongres, memicu ketidakpastian apakah Obama akan mengumumkannya ketika ia mulai mengunjungi Vietnam dalam beberapa hari ini.

Pemerintahannya mendorong lebih banyak kemajuan dalam hak asasi manusia, yang menghambat hubungan kedua negara.

Vietnam menyatakan menyambut percepatan pencabutan embargo senjata mematikan oleh AS, dalam persekutuan di antara kedua negara tersebut dan pengakuan kebutuhan pertahanan. Larangan itu mereda pada akhir 2014.

Secara signifikan, pemerintahan komunis Vietnam telah berkomitmen untuk mengizinkan serikat-serikat buruh independen sebagai syarat partisipasi dalam perjanjian dagang Kemitraan Trans-Pasifik yang didukung AS.

Namun, mereka masih memenjarakan sekitar 100 tahanan politik dan ada lebih banyak penahanan tahun ini.

Sebagai bagian dari upaya Obama untuk membantu negara-negara Asia Tenggara menghadapi Beijing, AS pada 2014 mengangkat sebagian embargo senjata yang berlaku sejak akhir Perang Vietnam.

Hal itu memungkinkan Vietnam membeli peralatan pertahanan mematikan untuk keamanan maritim.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorPascal S Bin Saju
SumberAFP/AP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X