Kompas.com - 18/05/2016, 17:40 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com – China mengatakan, latihan militer terbaru mereka di pantai tenggara bertujuan meningkatkan tanggapan terhadap ‘ancaman keamanan’.

Meski demikian, seperti dilaporkan Reuters pada Rabu (18/5/2016), Kementerian Pertahanan China mengatakan, latihan militer terbaru di pantai tenggara itu adalah latihan tahunan.

Media nasional China melaporkan, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah menggelar tiga latihan di pantai tenggara negara itu sejak awal Mei ini.

Semua latihan digelar dalam upaya untuk meningkatkan tanggapan terhadap ‘ancaman keamanan’.

“Latihan itu merupakan kegiatan rutin sesuai dengan rencana latihan tahunan,” kata pihak kementerian dalam pernyataan yang dirilis lewat di situs daring resminya.

“Mereka tidak menyasar target spesifik apapun. Para individu diminta untuk tidak berlebihan,” tambahnya.

Kementerian mengeluarkan pernyataan setelah media China mengasumsikan bahwa latihan militer itu digelar menjelang Taiwan mengangkat presiden baru dari partai pro-kemerdekaan.

China dan Taiwan melakukan penyesuaian di bawah pemerintahan yang akan digantikan, yang dipimpin pemimpin nasionalis yang dekat dengan China.

Namun ikatan kedua wilayah itu menegang dengan adanya Partai Demokratis Progresif (DPP) yang condong ke arah kemerdekaan dan Tsai Ing Wen dari DPP, yang akan diambil sumpahnya sebagai presiden pada Jumat.

Harian China Daily, Rabu (18/5/2016), melaporkan, latihan militer terbesar diadakan dalam beberapa hari terakhir di bawah Tentara PLA Kelompok 31, yang bermarkas di provinsi pantai, Fujian, di seberang selat dari Taiwan.

Kementerian mengeluarkan pernyataan yang serupa setelah media nasional menayangkan rekaman latihan militer yang menggunakan peluru tajam dan pendaratan beberapa hari setelah kemenangan telak Tsai Ing Wen dan DPP.

Media nasional China tidak menyebutkan apapun tentang Taiwan dalam laporan terkait latihan itu.

Hanya beberapa media lokal China telah mengindikasikan bahwa waktu penyelenggaraannya akan diatur sebelum Tsai mengambil sumpah.

Tindakan itu sebagai peringatan terhadap gerakan pro-kemerdekaan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, rekaman terbaru dari media nasional China terkait latihan itu, melibatkan latihan tahunan PLA.

Taipeh juga telah "memahami" situasinya, namun tidak memberikan komentar lebih.

Washington telah menyampaikan kekhawatirannya terkait bahaya memburuknya ikatan China dan Taiwan.

Terutama lagi ketika Angkatan Laut China semakin gencar di Laut China Selatan dan Laut Timur serta memperluas klaim teritorial.

Militer Taiwan telah memperingatkan, China telah melatih serangan terhadap sejumlah sasaran yang dibuat menyerupai Taiwan. Taipe memperkirakan China mengarahkan ratusan rudalnya ke pulau itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.