Dikritik, Pangkalan Militer Rusia di Tengah Situs Kota Palmyra

Kompas.com - 17/05/2016, 20:25 WIB
Bagian dari kota kuno Palmyra, situs warisan dunia UNESCO, setelah direbut kembali oleh pasukan Suriah dari tangan ISIS, pada Minggu (27/3/2016). AFP / MAHER AL MOUNESBagian dari kota kuno Palmyra, situs warisan dunia UNESCO, setelah direbut kembali oleh pasukan Suriah dari tangan ISIS, pada Minggu (27/3/2016).
EditorGlori K. Wadrianto

BEIRUT, KOMPAS.com - Pasukan Rusia membangun pangkalan militer baru di pusat Kota Palmyra, Suriah. Hal ini menuai kritikan dan sejumlah pihak.

Sebab, pangkalan militer itu berdiri di antara bangunan-bangunan cagar budaya yang dilindungi, dan berada di bawah pengawasan lembaga PBB, UNESCO

Kota itu sebelumnya diduduki pasukan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Banyak peninggalan arkeologi bersejarah yang dirusak oleh para teroris tersebut.

Pemerintah Rusia selama ini dikenal turut andil membantu Suriah dalam merebut kembali kota itu dari "penjajahan" ISIS beberapa waktu lalu.

Baca: Sukses Rebut Palmyra, Putin Beri Selamat untuk Assad

Namun, terkait pembangunan pangkalan militer baru, Rusia dituding tidak melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Pandangan itu setidaknya diungkapkan oleh sebuah lembaga penjaga warisan budaya dan juga Arkelog terkenal di Suriah Maamoun Abdulkarim, pada Selasa (17/5/2016).

Seperti dikutip Kantor Berita Associated Press, The American School of Oriental Research's Cultural Heritage sebelumnya berinisiatif mengunggah gambar-gambar pantauan satelit atas kota cagar budaya itu.

Gambar-gambar itu ingin menunjukkan betapa rusaknya Palmyra setelah dikuasai oleh pasukan teroris ISIS selama 10 bulan.

Kemudian, pasukan Suriah, dengan dukungan serangan udara dari militer Rusia merebut kembali kota itu pada bulan Maret lalu.

Pasukan Rusia juga dikabarkan berhasil menjinakkan ratusan ranjau yang dipasang ISIS di banyak tempat di kota itu.

Maamoun Abdulkarim memang bersepakat bahwa Rusia dan juga Suriah berkepentingan untuk menjaga agar Palmyra tak jatuh lagi ke tangan ISIS.

Maamoun yang juga menjabat sebagai Kepala Antiquities and Museums Department di Damaskus menyebut, Rusia kini membuat sebuah barak kecil yang termasuk kantor dan sebuah klinik di kota itu. 

Namun dia menegaskan, organisasinya tak diberi tahu terkait adanya proyek tersebut.

"Sebenarnya kami menolak untuk memberikan izin, sekalipun hanya untuk pembangunan sebuah gedung kecil. Apalagi bangunan itu berada di dalam kawasan situs cagar budaya," kata dia.

"Kami tak akan pernah bisa memaklumi langkah tersebut, karena tindakan itu akan melanggar hukum arkeologi yang berlaku," ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X