Kompas.com - 12/05/2016, 18:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

Mayoritas warga kota ini beragama Kristiani. Sebagian kecil beragama lain, seperti Islam, Hindu, Buddha, Yahudi, atau Sikh.

Dengan tradisi Kristen yang kuat, acara-acara penting di London banyak digelar di gereja atau katedral.

Kemenangan Khan kini memberi tanda bahwa isu sektarian dan rasial—yang sangat dominan menyerangnya selama masa kampanye pemilihan—sudah usang di era global yang tak lagi bersekat.

Salah satunya, dia dituduh oleh pesaingnya terkait dengan ekstremisme. Padahal, Khan menolak radikalisme yang disebutnya sebagai ”kanker” dan berjanji menangkalnya sekuat tenaga.

Warga London kini rupanya telah belajar untuk membedakan mana pemimpin yang provokator, picik, rasial, dan sektarian, dan mana yang bukan. Dan, warga menilai Khan tidak termasuk golongan pemimpin yang seperti itu.

Ia justru dinilai sebagai pemimpin yang solider, menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan, serta menghargai kelompok lain yang berbeda.

Khan jarang melemparkan pernyataan bernada provokatif dan rasial terhadap rival politiknya yang cenderung buas menebarkan politik divide et impera dan kebencian.

Selama kampanye, serangan semacam itu sering dialamatkan kepada Khan oleh rival utamanya. Serangan kubu Konservatif tentang Khan yang ekstrem akhirnya menguap.

Hasil pemilihan menunjukkan, senator dari Tooting, London Selatan, itu memetik kemenangan 56,8 persen atau melesat 13,6 persen di atas rival utamanya, Tory Zac Goldsmith.

Dia terpilih menjadi Wali Kota London sekaligus mengakhiri kekuasaan Partai Konservatif dari tangan Boris Johnson yang delapan tahun berkantor di Balai Kota London.

Warga ingin keluar dari aliran politik yang memecah belah, rasial, menghakimi, dan tak mau lagi terjebak pada sekat-sekat primordial yang sempit. Khan menarik keluar dan membebaskan mereka.

”Hari ini adalah kemenangan yang luar biasa karena harapan melampaui rasa takut, dan persatuan mengatasi perpecahan,” tulis Khan di Facebook, memberikan semangat kepada warga.

”Kemenangan ini bukan tentang saya. Ini tentang jutaan warga London yang kehidupannya bisa kita tingkatkan dengan membangun rumah yang terjangkau, pembekuan tarif, memulihkan pengaturan masyarakat, dan mengatasi polusi udara,” tegasnya.

Visi pro-rakyat
Dalam pidato pengambilan sumpah jabatannya, Sabtu (7/5/2016), Khan menekankan 10 program prioritas untuk membangun kota megapolitan London.

Antara lain, perumahan murah bagi warga, penghapusan tarif angkutan publik, serta penanganan atas rawannya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dia berjanji membangun transportasi umum yang layak dan menyediakan lapangan kerja baru bagi semua. Warga London dijanjikan tidak akan membayar sepeser pun tarif angkutan mulai tahun 2020.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.