Kompas.com - 12/05/2016, 07:32 WIB
EditorPascal S Bin Saju

GENEVA, KOMPAS.com -  Negara-negara yang menjadi pendukung utama bagi perdamaian di Suriah harus segera menghentikan pihak bertikai yang menyerang sasaran sipil dan tidak sah di negara itu, khususnya di Aleppo, Suriah utara.

Sasaran sipil dan tidak manusiawi, yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang, ialah serangan yang menyasar fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, serta sarana umum lainnya.

Penyelidik kejahatan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan tertulis pada Rabu (11/5/2016) di Geneva.

Komisi Penyelidikan PBB mengatakan, serangan udara dan tembakan rudal beruntun dalam tiga pekan terakhir terus dilancarkan ke wilayah warga sipil dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Mereka, yang tidak menghormati aturan perang, harus menghadapi hukuman,” kata Kepala Komisi Penyelidik PBB, Paulo Pinheiro.

"Warga akan terus menjadi sasaran empuk, menjadi korban, dan dibunuh secara keji, jika kultur pembiaran tidak segera dihentikan,” kata dia.

Menurut penyelidik PBBB, hukum internasional telah mengatur dan mengharuskan semua pihak yang bertikai untuk membedakan sasaran sah dari yang tidak sah.

Pembedaan itu tidak diindahkan oleh pihak-pihak yang bertikai dan para pendukung mereka.  Penyelidik menegaskan,  banyak serangan yang dilakukan akhir-akhir ini dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Tim penyelidik PBB secara khusus menyebut serangan yang menyasar rumah sakit Al Quds di Aleppo, 27 April lalu dan beberapa serangan ke fasilitas kesehatan di sana.

Paling biadab

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.