Kompas.com - 11/05/2016, 15:16 WIB
. ..
EditorGlori K. Wadrianto

Dalih tingkatkan layanan

Kedua perusahaan berdalih bidang bisnis yang mereka geluti pada dasarnya saling melengkapi. Langkah merger memungkinkan mereka untuk meningkatkan layanan kepada para pembaca dan pengiklan. 

Namun, serikat pekerja dan pihak pengamat mengkhawatirkan potensi pemutusan hubungan kerja yang bakal muncul menyusul langkah merger tersebut, termasuk perbedaan sudut pandang dari dua produk yang memiliki kekhasannya masing-masing. 

Langkah ini tentu merupakan upaya penghematan terbaru di Australia dan Selandia Baru. Banyak perusahaan media yang berjuang untuk "menyesuaikan diri" dengan perubahan yang terjadi. 

"Menyambung napas"

Gavin Ellis, seorang pengamat media yang mantan pemimpin redaksi The New Zealand Herald, menilai, dampak baik dari kebijakan ini adalah kedua koran dapat "menyambung napas" untuk hidup lebih lama di tengah gempuran era digital. 

Namun, di sisi lain, peleburan ini menyebabkan berkurangnya "halaman" bagi para jurnalis maupun kolumnis untuk menyuarakan beragam tema kepada publik. 

Kemudian, jika kedua perusahaan itu kini tercatat mempekerjakan 3.000 karyawan, jumlah tersebut kemungkinan besar akan berkurang. 

Ellis meyakini, ada potensi besar para karyawan kehilangan mata pencarian karena kedua grup tentu bakal mengurangi duplikasi produk.

Satu produk

Dalam proposal merger ini disebutkan, satu perusahaan akan menerbitkan surat kabar metropolitan Selandia Baru. Hal itu berarti semua pembaca dari Auckland hingga ke Invercargill akan membaca berita yang sama.

Selanjutnya, jika disetujui regulator, merger akan menggabungkan koran, stasiun radio, dan situs yang dimiliki Fairfax Media dan APN.

Kini, kedua perusahaan yang berbasis di Australia itu sedang mencari peluang untuk divestasi aset mereka di Selandia Baru dan membentuk perusahaan baru.

Sebelumnya, Fairfax Media, sebagai perusahaan media terbesar kedua di Australia, sudah memutus hubungan kerja dengan 2.000  karyawan, atau 1:5 dari jumlah staf mereka, sejak tahun 2012.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X