Kompas.com - 11/05/2016, 08:53 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com - Polisi di China timur menggerebek dua ruang kerja untuk membuat ubur-ubur palsu dan mengatakan 10 ton sempat dijual ke pasar lokal.

Ubur-ubur palsu itu, menurut polisi, dibuat dengan campuran bahan-bahan kimia.  Hasil pemeriksaan memperlihatkan adanya kandungan aluminium yang tinggi.

Sindikat pembuatnya dilaporkan meraih lebih dari 170.000 yuan atau sekitar Rp 345 juta setiap tahunnya.

Ubur-ubur amat populer di China untuk dijadikan bagian dari salad, khususnya di wilayah pesisir selatan dan timur negara itu.

Kepolisian Huzhou di Provinsi Zhejiang, yang memimpin penyelidikan itu, mengatakan, mereka pertama kali menemukan ruang kerja yang dikelola Yuan. Yuan menjualnya ke pasar setempat.

Dari penggrebekan itu, polisi bergerak ke ruang kerja lain, milik Jia, yang mengajarkan Yuan tentang cara membuat ubur-ubur palsu.

 

Reuters Ubur-ubur amat populer di China untuk dijadikan bagian dari salad.

Yuan mengatakan ubur-ubur palsu itu dibuat dengan menggunakan tiga bahan kimia, yaitu alginic acidammonium alum, dan calcium chloride anhydrous.

Pemeriksaan polisi menemukan kadar aluminium yang berlebihan dalam ubur-ubur palsu itu.

Kadarnya mencapai hingga 800 miligram per kilogram atau delapan kali lebih tinggi dari batas yang ditetapkan di China.

Disebutkan bahwa biaya untuk membuat ubur-ubur palsu lebih rendah sampai setengah dibanding menternakkannya dengan waktu yang lebih singkat pula.

Penangkapan sebenarnya sudah dilakukan pada April lalu, namun baru diumumkan ke khalayak umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.