Kompas.com - 10/05/2016, 14:20 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat melakukan satu langkah lagi dalam upaya menghentikan pergerakan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Presiden Barack Obama, di Washington, Senin (9/5/2016), menandatangani sebuah regulasi baru yang melarang impor barang-barang antik dari Suriah.

Seperti diberitakan Associated Press, kebijakan ini diambil untuk menghindari penjualan barang-barang cagar budaya yang dijarah oleh kelompok teroris tersebut.

Undang-undang ini sebelumnya telah disetujui parlemen dan senat pada akhir bulan lalu.

Para pendukung kebijakan ini mengungkapkan argumentasi bahwa ISIS telah menghasilkan jutaan dollar dari penjualan artefak dan barang-barang budaya di pasar gelap.

AS menjadi salah satu pasar yang dituju dalam pemasaran barang-barang curian ini.

Secara tidak langsung, dengan keberhasilan ISIS mengonversi barang jarahan itu menjadi uang, maka pembiayaan atas aksi kekerasan mereka pun berlanjut.

Dengan undang-undang, maka barang-barang antik bersejarah yang dijarah dari Suriah tak mungkin dikirim ataupun diperjualbelikan di dalam wilayah AS.

Namun demikian, pemilik sah barang antik di Suriah yang ingin menyelamatkan propertinya dari penjarahan dapat memindahkan barang-barang tersebut ke wilayah AS untuk sementara waktu.

"Kita harus melakukan segala upaya yang bisa kita lakukan untuk memutus pasokan bagi para teroris itu," ungkap Eliot Engel, anggota parlemen untuk urusan luar negeri dari Partai Demokrat yang menyokong UU tersebut.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan kepada semua negara di dunia untuk berupaya menutup aliran dana bagi para teroris ISIS. Hal itu salah satunya dengan memutus perdagangan barang antik dari Suriah dan Irak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.