Pemerintah Libya Izinkan Janda Khadaffy Pulang dari Pengasingan

Kompas.com - 09/05/2016, 22:15 WIB
Safia Khadaffy dan Nelson Mandela di Cape Town, Afrika Selatan. ReutersSafia Khadaffy dan Nelson Mandela di Cape Town, Afrika Selatan.
EditorErvan Hardoko

TRIPOLI, KOMPAS.com - Pemerintah Libya akhirnya mengizinkan janda mendiang Kolonel Moammar Khadaffy kembali ke negeri itu dari pengasingan sebagai bagian dari sebuah program rekonsiliasi nasional.

Safia Farkash Khadaffy, yang tetap membela sang suami hingga kematiannya, diizinkan kembali ke kampung halamannya di Baida, wilayah timur negeri itu, dua pekan lalu.

Pemerintah Libya berusaha untuk merangkul suku-suku pendukung Khadaffy menjelang rencana besar untuk merebut kembali kota kelahiran sang kolonel, Sirte, yang diduduki Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Safia (63), yang menikah dengan Khadaffy pada 1970 dan memberikan enam orang anak untuk sang diktator, kabur ke Aljazair pada Agustus 2011 saat ibu kota Tripoli direbut pasukan anti-Khadaffy.

Bersama dengan putrinya, Aisha dan beberapa tokoh senior pemerintahan Khadaffy, Safia dilindungi pemerintah Aljazair hingga mereka pindah ke Kerajaan Oman.

Meski demikian, langkah untuk mengizinkan janda Khadaffy pulang bukan tanpa kontroversi dan tentangan.

Meski Safia tak pernah didakwa dengan kejahatan apapun, masih banyak warga Libya yang memendam amarah kepada anggota keluarga Khadaffy yang menikmati berbagai kemewahan selama lebih dari empat dekade.

Selama menjadi ibu negara, Safia hampir tak terlihat perannya. Namun, Safia kerap terlihat saat suaminya bertemu dengan para pemimpin dunia termasuk Nelson Mandela.

Dia juga diketahui sangat mendukung keputusan suaminya saat memberantas pergerakan rakyat Libya pada 2011.

Dalam wawancara lewat telepon dengan CNN pada puncak revolusi Libya, Mei 2011, Safia mengkritik NATO yang menggelar serangan udara ke Libya.

"Anak-anak saya adalah warga sipil dan mereka menjadi target serangan. Apa hubungan mereka dengan ini semua," kata Safia saat itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X