Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 03/05/2016, 17:40 WIB
EditorAmir Sodikin

HELSINKI, KOMPAS.com – Perdana Menteri Finlandia, Juha Sipilä, mengatakan, negara tersebut berada di urutan nomor 1 pada daftar negara dengan pers terbebas karena “hukum yang jelas”.

Hal tersebut disampaikannya pada upacara pembukaan World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia 2016 di Finlandia Hall, Helsinki, dimulai pukul 09.00 waktu setempat, Selasa (3/5/2016).

“Finlandia berada di urutan teratas daftar negara dengan kebebasan pers terbaik karena hukum yang jelas”, ucapnya menanggapi pujian Direktur Jenderal UNESCO Irina Bukova.

Dalam pidatonya, Irina  menyebut Finlandia sudah enam tahun berturut-turut berada pada posisi nomor satu pada daftar tersebut.

Menurut Juha, hukum Finlandia yang disahkan pada tahun 1776 tersebut merupakan inisiatif dari parlemen Finlandia yang merupakan hukum kebebasan atas informasi pertama di dunia. “Hukum tersebut juga menjadi yang paling liberal di masanya,” kataanya  melanjutkan.

Menurut Juha, hukum tersebut menjadi yang paling liberal karena memungkinkan orang-orang untuk melakukan kritik kepada pemerintah, serta menjamin akses terhadap informasi publik.

Pidato Juha kemudian dilanjutkan oleh pidato dari walikota Helsinki Jussi Pajunen, yang menjelaskan bagaimana kota Helsinki pada lima tahun terakhir telah mencoba untuk membuka banyak data serta informasi untuk dapat diakses kepada publik.

Hal tersebut merupakan bagian untuk meneruskan kebebasan atas informasi di Finlandia.

Selain pidato pembuka, upacara pembukaan WPFD 2016 juga diisi dengan penampilan kebudayaan Finlandia, yaitu balet yang berjudul “Swans of Tuonela” serta opera yang berjudul “Is there a summer in Finland?”.

World Press Freedom Day akan berjalan selama dua hari, dari tanggal 3-4 Mei. Beberapa rangkaian acara yang akan diselenggarakan dalam konferensi tersebut, antara lain pemberian penghargaan Guilermo Cano Press Freedom Prize, serangkaian seminar dan panel diskusi, serta upacara penutupan yang akan melihat Indonesia dideklarasikan sebagai negara tuan rumah World Press Freedom Day 2017.

(Narendra Hutomo, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, melaporkan dari Helsinki untuk Kompas.com)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke