Kompas.com - 03/05/2016, 16:04 WIB
Donald Trump AFPDonald Trump
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudry Nisar Ali menyebut bakal calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump sebagai orang sombong.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Trump mengatakan jika dia memenangkan pemilihan presiden, dia akan membebaskan dokter yang membantu melacak Osama bin Laden yang kini ditahan di Pakistan.

"Pemerintah Pakistan dan bukan Donald Trump yang akan menentukan nasib Shakeel Afridi," kata Chaudry, Senin(3/5/2016) malam.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada Jumat lalu, pengusaha asal New York mengatakan, jika dia menjadi presiden AS maka dia akan membebaskan Afridi hanya dalam dua menit.

"Saya akan katakan, biarkan dia bebas dan saya yakin Pakistan akan membebaskan dia. Sebab, Amerika sudah banyak memberi bantuan kepada Pakistan," ujar Trump saat itu.

Pakistan memang menjadi salah satu negara yang paling banyak menerima bantuan Amerika Serikat. Pada 2015, menurut USAID, Pakistan menerima 633 juta dolar AS atau sekitar Rp 83 triliun.

Namun, Chaudhry mengatakan, "kacang" yang diberikan AS kepada negerinya jangan dijadikan alat untuk mengancam dan menyeret Pakistan ke dalam politik luar negeri Trump yang kacau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pakistan bukan jajahan Amerika. Komentar Trump menunjukkan tak hanya ketidaksensitifannya namun juga ketidakpeduliannya terhadap Pakistan," tambah Chaudhry.

Pakistan menuduh Shakeel Afridi bekerja sama dengan kelompok-kelompok militan dan memenjarakan pria itu beberapa pekan setelah kematian Osama bin Laden di Abbottabad pada 2 Mei 2016.

Kebenaran tuduhan Pakistan kepada Afridi itu tidak jelas. Namun, diketahui Afridi menjalankan sebuah program vaksinasi palsu yang digunakan untuk mendapatkan sampel genetik dari Abbottabad yang menuntun CIA kepada Osama.

Pemerintah AS merespon penangkapan Afridi dengan memangkas bantuan bagi Islamabad sebesar 33 juta dolar AS dengan rincian 1 juta dolar untuk tiap tahun masa hukuman awal yang dijatuhkan untuk sang dokter.

Pakistan kemudian memangkas hukuman untuk Afridi selama 10 tahun tetapi tekanan untuk membebaskan Afridi semakin kuat.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.