Kompas.com - 03/05/2016, 13:56 WIB
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com - Seorang pria di Perancis menggugat mantan atasannya sebesar 280.000 poundsterling atau sekitar Rp 5,4 miliar karena dia harus berhenti kerja karena pekerjaannya membosankan.

Frederic Desnard (44), mengklaim, bahwa selama empat tahun dia diberi terlalu banyak pekerjaan "kasar" yang membuatnya merasa seperti berada di "neraka".

Alhasil, kata Frederic, dia mengalami depresi karena merasa hancur dan dipermalukan. Ujungnya, dia terpaksa mengajukan pengunduran diri.

Dalam gugatannya, Frederic mengatakan, setelah dia dipekerjakan sebagai seorang manajer di Interparfums, sebuah perusahaan minyak wangi di Paris, dia merasa semua tanggung jawabnya dilucuti yang membuat dirinya seakan tidak eksis di perusahaan itu.

"Setiap hari saya dibiarkan bekerja dengan perasaan putus asa yang dalam," kata Frederic kepada stasiun televisi BFM.

"Saya bahkan kerap menangis di tempat kerja tetapi tak ada yang peduli karena saya seperti tidak dianggap ada," tambah dia.

"Saya menjadi depresi dan malu karena menerima gaji tanpa melakukan apapun," lanjut Frederic.

Namun, kuasa hukum Interparfum, Jean-Philippe Benissan mengatakan, selama bekerja empat tahun di perusahaan itu, Frederic tak sekalipun menyatakan kebosanannya.

"Dan jika dia memang tak melakukan apapun selama beberapa tahun ini, kenapa dia tidak mengatakannya," ujar Benissan.

Sementara itu, seorang pakar keselamatan dan kesehatan tempat kerja, Jean Claud Delgenes mengatakan, kebosanan muncul saat seorang karyawan merasa disisihkan dan tak memiliki kesempatan mendapatkan promosi.

"Kami memperkirakan sekitar 30 persen tenaga kerja di Perancis bosan dengan pekerjaan mereka, namun mereka memilih tetap mempertahankan pekerjaannya karena takut menganggur," ujar Delgenes.

Awal tahun ini, seorang warga Perancis lainnya, Charles Simon menggugat perusahaan kereta api nasional SNCF karena merusak kariernya.

Gugatan ini dilakukan Simon karena selama 12 tahun dia "dicutikan" dengan gaji 3.800 poundsterling setiap bulannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.