Kompas.com - 03/05/2016, 13:40 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

DAMASKUS, KOMPAS.com – Kedutaan Besar RI di Damaskus, Suriah, Senin (2/5/2016), kembali memulangkan 15 warga negara atau tenaga kerja Indonesia.

Repatriasi terus dilakukan di tengah ketidakpastian perdamaian di Suriah.

Proses repatriasi pun semakin  dikebut  karena situasi kembali memanas, terutama di Aleppo, kota besar di Suriah utara.  

Dubes RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan, repatriasi WNI ini merupakan program lanjutan dari yang telah berlangsung sejak tahun 2011.

Pemulangan dilakukan karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerja para TKI itu diperpanjang lagi.

Selain itu, pemulangan dilakukan “karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman TKI untuk sektor perorangan ke seluruh Timur Tengah,” kata Djoko.

Sebanyak 15 WNI/TKI itu pulang ke Tanah Air melewati Bandara Internasional Damaskus setelah diselesaikan segala permasalahannya.

Menurut Dubes Djoko, WNI/TKI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Semua permasalahan dan hak-hak mereka dengan majikan telah diselesaikan.  Repatriasi kali ini didampingi staf KBRI Damaskus,  Ahmad Kosasih Ramli.

Hingga saat ini di masih ada 18 WNI yang berada di penampungan sementara KBRI Damaskus. Mereka diduga kuat sebagai korban perdagangan manusia yang sedang diperjuangkan hak dan kepulangannya.

Sementara pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya KRBI Damaskus, AM Sidqi, menambahkan, KBRI terus mengebut repatriasi di tengah konflik panjang di Suriah.

“Terlebih lagi karena Aleppo yang kembal memanas, KBRI Damaskus berupaya sekuat  tenaga untuk menyelamatkan dan memulangkan WNI sesegera mungkin dari Suriah,” ujar Sidqi.

Ia menambahkan,  “KBRI Damaskus memiliki kantor cabang Konsuler di Aleppo. Saat ini masih ada sembilan TKI di shelter Aleppo . Mereka semua aman.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.