Kompas.com - 03/05/2016, 11:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BHOPAL, KOMPAS.com — Sebuah sekte agama Jain di India menyampaikan petisi kepada pemerintah negara bagian setempat yang meminta para biksu mereka dibebaskan buang air besar di tempat-tempat terbuka.

Hal ini diperjuangkan karena membuang hajat di tempat terbuka diklaim sebagai bagian dari tradisi sekte ini.

Seperti diberitakan laman UPI.com, Senin (2/5/2016), petisi ini diajukan oleh Federasi Sosial Jain the Digamber, yang mewakili sekte Digambara Jain, salah satu dari dua sekte utama Jainisme.

Mereka mengaku mengajukan petisi kepada Gopal Bhargava, menteri di Negeri Negara Bagian Madhya Pradesh, untuk urusan Panchayat dan pengembangan warga pedesaan.

Di sisi lain, Pemerintah India tengah berusaha untuk mengakhiri kegiatan buang air besar di muka publik pada tahun 2019.

Target ini dicanangkan karena alasan kesehatan masyarakat. Pemerintah pun telah membangun toilet di seluruh negeri.

Kemudian, pemerintah mendorong lembaga otoritas di negara bagian dan pemerintah daerah untuk membuat lembaga hukum yang ketat yang mengatur pelarangan buang air di muka umum.

"Kami menanyakan kepada pemerintah untuk memperbolehkan para biksu kami memenuhi panggilan alamnya di tempat terbuka karena mereka memang tidak pernah memakai toilet dalam kehidupan mereka," ungkap Presiden Federasi Sosial Jain Digambara, Ravindra Jain.

Hal itu diungkapkan Ravindra kepada harian The Hindustan Times.

"Mereka mengikuti gaya hidup yang ketat selama berabad-abad. Mereka hanya pergi di daerah terpencil atau hutan untuk menghadiri panggilan alam, dan itu juga sekali dalam sehari," ungkap dia. 

Petisi ini diajukan demi mengantisipasi kemungkinan bahwa Negara Bagian Madhya Pradesh segera memiliki aturan hukum yang dibarengi dengan sanksi seperti yang sudah berlaku di Rajasthan.

"Madhya Pradesh adalah salah satu wilayah tempat biksu Jain bepergian. Jika ada regulasi tentang buang hajat sembarangan, tentu hal itu akan menjadi masalah," kata dia.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, asisten Bhargava mengatakan belum menerima permohonan dari komunitas Jain tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.