Gerakan Dukung Ahok di AS Meluas, dari Washington DC ke Southern California

Kompas.com - 02/05/2016, 09:56 WIB
Deklarasi masyarakat Indonesia di Amerika Serikat mendukung Ahok Diana Daulima untuk Kompas.comDeklarasi masyarakat Indonesia di Amerika Serikat mendukung Ahok
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Hal itu harus dimulai dari Jakarta, Ibu Kota negara, sebagai contoh untuk diikuti kota-kota lain di Tanah Air.

“Kita semua tahu bahwa itu tidak gampang dan kita memerlukan pemimpin yang tegas, jujur, bersih, dan ikhlas bekerja untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

Masalah di Jakarta sudah kusut, semrawut, dan kompleks. “Selain jujur dan bersih, pemimpin DKI Jakarta harus super tegas, berani, dan pantang menyerah, dan ikhlas bekerja untuk rakyatnya. Ahok adalah orang yang cocok untuk itu,” kata Erwina.

“Rakyat kita sudah pintar. Mereka bisa menilai mana pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat, dan mana yang hanya cuap-cuap dan abal-abal, atau senangnya sebagai provokator.”

Warga AS juga dengar ada gerakan Asal Bukan Ahok alias “Abah” yang dipelopori antara lain Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

“Kalau Haji Lulung berkata seperti itu, ya tidak apa-apa, itu kata dia. Kata hati rakyat kan beda,” kata Erwina, juru bicara Gerakan Dukung Ahok di wilayah South Carolina, yang sudah 25 tahun bekerja di AS.

WNI di AS juga mendengar ada gerakan dari partai politik, yang bersatu melawan Ahok-Heru. “Jadi apa sebenarnya yang ditakuti parpol? Apakah benar karena ada Ahok sekarang mereka menjadi tidak bisa lagi leluasa untuk ‘bermain’?” ujar Erwina.

Diana Daulima untuk Kompas.com Deklarasi masyarakat Indonesia di Amerika Serikat mendukung Ahok

Menurut Erwina, WNI di AS juga mendengar beberapa politisi, pakar hukum tata negara, dan cerdik cendekia yang menilai pemindahan warga dari daerah kumuh dan miskin ke rumah susun sebagai bentuk ketidakpedulian Ahok terhadap rakyatnya.

"Apa yang dilakukan Ahok itu adalah sebagai pemimpin yang memperhatikan rakyat untuk hidup yang layak dan makmur, pemimpin yang memikirkan hal-hal positif untuk rakyat bangsanya."

“Menurut kami di LA, sebagian besar rakyat Jakarta telah merasakan dampak yang positif selama kepemimpinan beliau,” katanya.

“Calon lain yang ingin bertanding, bertandinglah dengan jantan dan jujur, jangan melemparkan isu-isu ras, suku, dan agama. Indonesia butuh pemimpin yang tegas, berani memberantas pemerintahan yang korup, sektarian, dan berpandangan sempit,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X