Keluarga Bocah Kulit Hitam Korban Penembakan Polisi Kulit Putih Dapat Santunan Rp 78,5 Miliar

Kompas.com - 26/04/2016, 17:37 WIB
Samaria Rice (tengah), ibu kandung almarhum Tamir Rice, berbicara kepada media di Cleveland, Ohio. Reuters/Aaron JosefczykSamaria Rice (tengah), ibu kandung almarhum Tamir Rice, berbicara kepada media di Cleveland, Ohio.
EditorPascal S Bin Saju

CLEVELAND, KOMPAS.com — Keluarga seorang bocah laki-laki yang tewas ditembak polisi di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, dua tahun silam, kini menerima santunan sekitar Rp 78,5 miliar.  

Tamir Rice, anak laki-laki kulit hitam berusia 12 tahun, tewas ditembak polisi kulit putih di Cleveland, Ohio pada tahun 2014.

Penembakan empat tahun silam di Cleveland terhadap anak laki-laki keturunan Afrika itu telah menimbulkan kemarahan dan kerusuhan di AS.  

Keluarganya menerima uang santunan sebesar 6 juta dollar AS atau setara Rp 78,5 miliar.

Pengacara keluarga korban, Subodh Chandra, mengatakan, uang santunan tersebut "tidak ada artinya dibandingkan dengan kematian anak berusia 12 tahun itu".

Gugatan itu berisi tuduhan bahwa polisi bertindak sembrono. Polisi bernama Timothy Loehmann telah menembak Rice, dua detik setelah tiba di lokasi kejadian dengan mengendarai mobil.

Keluarga Rice menggugat pemerintah kota Cleveland atas peristiwa itu. Para petugas polisi kota dan orang yang terlibat juga digugat.

Para polisi itu terlibat dalam memberikan tanggapan terhadap panggilan telepon darurat 911 dari seorang laki-laki di dekat tempat bermain Tamir Rice.

Penelepon itu melaporkan adanya seorang laki-laki "mungkin remaja, yang sedang menodongkan senjata api ke orang-orang, dan mungkin senjata api itu palsu".

Namun, polisi hanya mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki bersenjata api di lokasi.

Tamir Rice memang sedang bermain dengan senjata mainan yang terbuat dari plastik jenis airsoft gun yang melepaskan peluru-peluru plastik tidak berbahaya saat itu.

Penembakan terhadap Tamir Rice terjadi di tengah ketegangan rasial di AS. Juri akan mengumumkan bahwa polisi kulit putih bersalah atas penembakan fatal itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X