Dokumen Rahasia Ungkapkan Arab Saudi Terlibat Serangan “Nine Eleven”

Kompas.com - 25/04/2016, 23:53 WIB
Mantan Senator AS, Bob Corker VOAMantan Senator AS, Bob Corker
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Hampir 15 tahun setelah serangan teroris pada 11 September atau “Nine Eleven” 2001 ke Amerika Serikat, sebuah dokumen rahasia tentang keterlibatan negara asing diharapkan bisa segera diungkapkan kepada umum.

Saat itu teroris telah membajak empat pesawat dan menabrakkannya ke Gedung World Trade Center di New York, Pentagon dekat Washington DC, dan ladang pertanian di Pennsylvania.

Keterlibatan Arab Saudi diungkap dalam dokumen rahasia setebal 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang, seperti dilaporan Voice of America, Senin (25/4/2016).

Hanya sekelompok tertentu para pejabat AS yang telah membaca dokumen yang sangat rahasia itu. Naskah itu telah digembok dalam tempat yang aman di Gedung Kongres AS sejak komisi bersama Kongres membuatnya tahun 2002.

Rancangan dalam Senat dan DPR serta orang yang turut menulisnya menghendaki pengungkapan dokumen tersebut. Salah satu di antaranya mantan Senator Bob Corker, yang turut dalam komisi bersama itu.

Corket, Minggu (24/4/2016), dalam wawancara acara NBC "Meet The Press", mengatakan, dokumen itu sebaiknya diungkapkan untuk mengakhiri perdebatan mengenai apa yang dimuat dan membiarkan masyarakat AS menentukan sendiri sikap mereka mengenai isi dokumen itu.

Ketika ditanya apakah pengungkapan itu akan menimbulkan dampak negatif tingkat tinggi, Corker menjawabnya, “Ya.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hampir 15 tahun setelah teroris membajak empat pesawat penumpang dan menabrakkan pesawat itu ke bebeberapa tempat di AS, 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang Nine Eleven akan dapat segera diungkapkan kepada umum.

Walaupun berstatus rahasia, orang-orang yang mengetahui tentang dokumen itu telah menyebut-nyebut secara tidak langsung mengenai hubungannya dengan Arab Saudi.

Orang pun bertanya-tanya apa sebenarnya kaitan yang dimuat dalam dokumen itu.

Corket mengatakan apakah ke-19 pembajak, 15 dari mereka adalah warga Arab Saudi, itu memperoleh bantuan dari luar? Itu adalah pertanyaan paling penting yang berhubungan dengan serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

“Saya kira tidak masuk akal bahwa orang yang tidak dapat berbahasa Inggris, belum pernah di Amerika Serikat, sebagai satu kelompok yang tidak berpendidikan baik, dapat melakukannya,” kata Corket.

“Jadi, siapa badan hukum yang paling mungkin telah menyediakan bantuan kepada mereka? Saya kira semua bukti menunjuk pada Arab Saudi,” tambahnya.

Mantan Presiden George W Bush memerintahkan dokumen 28 halaman itu dirahasiakan dan jangan diikutkan dalam laporan 828 halaman Kongres yang diungkapkan kepada umum.

Penggantinya, Barack Obama, telah memerintahkan tim intelijennya meninjau kembali bab itu. Corket mengatakan, ia berharap naskah itu akan disajikan kepada umum ketika keputusan diambil sebelum Juni.

Pekan lalu, Arab Saudi telah mengancam akan menjual semua aset AS di negara itu jika menuding Riyadh terlibat dalam serangan Nine Eleven.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.