Kompas.com - 23/04/2016, 19:56 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

“Biasanya kami harus membakar minyak atau batu bara untuk (menghasilkan) listrik," kata Li.

Menurut Li, "Mengingat jarak jauh antara Kepulauan Nansha dan daratan China dan kondisi cuaca dan lautan yang tak menentu, mengangkut bahan bakar bisa menjadi masalah, sehingga sangat penting untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir maritim.”

Badan perencanaan tertinggi China, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), telah memberikan persetujuan untuk pembangunan tahap pertama dari pembangkit tenaga nuklir itu. Para ahli telah diminta untuk melakukan studi-studi kelayakan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, tidak mengelaborasi  ketika ia ditanya tentang laporan tersebut pada konferensi pers rutin, Jumat.

 “Apa yang baru saja Anda sebutkan adalah sebuah laporan media. Saya belum mendengar tentang hal itu, “ katanya.

Dalam kenyataannya, kehadiran China memang sudah semakin nyata dan agresif di perairan sengketa di Laut China Selatan.

Setelah melakukan reklamasi daratan pulau-pulau karang, Beijing membangun fasilitas pelabuhan, dermaga, dan landasan pacu pesawat.

Selain itu, Beijing juga telah membangun sebuah mercusuar dan telah melakukan pendaratan sebuah helikopter militer pekan lalu di salah satu pulau di sana.

Berita terbaru bahwa China akan membangun fasilitas tenaga nuklir di pulau-pulau di Laut China Selatan jelas merupakan bukti bahwa negara tersebut tidak mengabaikan protes dari negara-negara tetangga.

Ada lima negara tetangga yang terlibat sengketa dengan China di Laut China Selatan. Selain Taiwan, empat negara lainnya adalah anggota ASEAN, yakni Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.