Kompas.com - 21/04/2016, 23:03 WIB
Pesawat jet pribadi milik Donald Trump. GettyPesawat jet pribadi milik Donald Trump.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Otorita penerbangan federal AS (FAA) melarang jet pribadi milik bakal calon presiden Partai Republik Donald Trump, mengudara.

Pasalnya, registrasi pesawat yang digunakan Trump untuk membawanya berkampanye ke pelosok negeri itu sudah habis masa berlakunya dan belum diperpanjanng.

"Para pengawas FAA telah menghubungi pilot N725DT terkait masa registrasi pesawat itu yang sudah habis," kata juru bicara FAA, Laura J Brown merujuk pada nomor ekor pesawat tersebut.

"Pemilik pesawat itu saat ini tengah bekerja sama dengan bagian registrasi pesawat FAA dan akan mendaftarkan ulang pesawat itu sebelum kembali diizinkan terbang," tambah Laura.

DJT Operations CX, salah satu perusahaan Trump yang memiliki pesawt Cessna 750 Citation X buatan 1997 itu, tidak mendaftarkan ulang pesawat tersebut saat masa berlaku registrasinya habis akhir Januari lalu.

Padahal, untuk mengurus pembaruan registrasi sebuah pesawat hanya dikenakan biaya sebesar 5 dolar AS atau sekitar Rp 65.000  saja. Setiap tiga tahun sekali registrasi ini harus diperbarui.

Namun, Laura tidak berkomentar terkait apakah FAA berencana untuk mengambil tindakan terhadap pemilik pesawat, perusahaan operator atau keduanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesuai aturan di AS, menerbangkan pesawat tanpa registrasi bisa dijatuhi denda sebesar 27.500 dolar AS. Jika diseret ke ranah hukum maka dendanya lebih besar yaitu 250.000 dolar AS atau hukuman  maksimal tiga tahun penjara.

Menanggapi masalah ini, juru bicara tim kampanye Donald Trump, Hope Hicks menegaskan, masalah ini akan segera selesai.

"Proses standar dalam memperbarui registrasi pesawat segera selesai," ujar Hope.

Pada Rabu (20/4/2016) waktu setempat, Trump dijadwalkan menggelar kampanye di Indianapolis dan Berlind, Maryland.

Dan, Hope Hicks enggan menjelaskan bagaimana Trump menuju ke dua lokasi tersebut di saat jet pribadinya belum diizinkan terbang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.