Kompas.com - 21/04/2016, 11:42 WIB
Joanna Giannouli BBC NewsJoanna Giannouli
EditorPascal S Bin Saju

Semua ini membentuk pribadi saya. Saya hidup setiap hari seperti apa adanya hari itu. Saya tidak membuat rencana untuk masa depan karena saya tidak tahu apakah saya masih akan hidup.

Tidak banyak orang tahu hal itu. Saya bermaksud merahasiakannya dan ibu saya hanya memberi tahu sanak saudara.

Mengalami hal itu sungguh tak enak karena orang jadi mengasihani kita. Saya tidak ingin orang merasa kasihan kepada saya.

Saya tidak sedang sekarat dan saya tidak dalam bahaya. Namun, orang-orang menunjukkan paras kasihan. Itu justru membuat saya merasa lebih sedih tentang keadaan diri saya.

Saya tidak bisa membicarakan hal itu karena di Athena, Yunani  umumnya, orang-orang cenderung berpikiran tertutup.

Kadang-kadang saya merasa seperti hidup di abad pertengahan.

Di Yunani, saya juga tidak bisa menemukan kelompok pendukung yang diperlukan. Saya tidak bisa menemukan orang untuk membicarakan hal itu.

Padahal, saya membutuhkan orang lain untuk berbicara tentang hal ini!

Ini sungguh persoalan besar dan kebanyakan perempuan dengan kondisi seperti ini merasa malu, sungguh.

Saya sudah bertemu beberapa perempuan yang bersedia untuk berbincang hal ini, tetapi setelah beberapa saat mereka menghilang karena merasa malu.

Saya juga ingin menjadi seorang ibu dengan satu dan lain cara. Baik itu menjadi seorang ibu biologis, ibu pengganti, atau ibu angkat.

Seorang ibu bukan sekadar menjadi perempuan yang melahirkan, melainkan juga yang merawat seorang anak.

Pada tahap hidup saya yang ini sekarang ini, saya belum berpikir tentang hal itu, tetapi mungkin di masa depan saya akan mempunyai anak.

Saya suka anak-anak. Kita lihat saja nanti.

Berbicara seperti ini sungguh membebaskan, memberi rasa terbebas. Saya ingin mendukung setiap wanita yang memiliki kondisi seperti ini karena saya telah melewati "neraka" ini dan saya tahu masalah apa lagi yang bisa diakibatkannya.

Banyak perempuan bunuh diri karena sindrom ini. Memang hal ini bisa membuat kita benar-benar tertekan.

Saya menemukan kekuatan dan keberanian karena saya ingin membantu perempuan lain yang menderita hal yang sama.

Sebab, jika bukan kita yang saling membantu, siapa yang akan membantu kita?

Membicarakan hal ini sungguh memberi saya kekuatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X