Uni Eropa Tak Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Kompas.com - 20/04/2016, 08:32 WIB
Tentara Israel berdiri dekat unit artileri bergerak di Dataran Tinggi Golan dekat perbatasan dengan Suriah (28/1). AP/Ariel SchalitTentara Israel berdiri dekat unit artileri bergerak di Dataran Tinggi Golan dekat perbatasan dengan Suriah (28/1).
EditorPascal S Bin Saju

BRUSSELS, KOMPAS.com -  Kepala Kebijakan Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini, Selasa (19/4/2016),  menekankan, UE tidak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Mogherini mematahkan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel. Ia takkan menyerahkan kepada Suriah.

"UE mengakui Israel sesuai perbatasan pra tahun 1967-nya, apa pun klaim pemerintah (Israel) terkait daerah lain, sampai dengan penyelesaian akhir disimpulkan," kata Mogherini.

"Ini adalah posisi konsolidasi umum UE dan negara-negara anggotanya," tambah Mogherini.

Pernyataan UE itu disampaikan Mogherini menjelang pertemuan di Brussels, ibu kota Belgia,  yang diikuti lembaga donor internasional dalam rangka mendukung perekonomian Palestina.

Dalam pertemuan dengan para menteri dan pejabat tinggi Israel, Minggu (17/4/2016),

Netanyahu, menegaskan, wilayah Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) yang dianeksasi Israel, akan tetap dimiliki Israel selamanya.

"Dataran Tinggi Golan akan tetap berada di tangan Israel selamanya," kata Netanyahu ketika ia membuka sidang kabinet pertamanya di wilayah itu.

"Israel tak akan menarik diri dari dataran tinggi Golan," kata Netanyahu lagi dalam seruan yang disebarluaskan melalu siaran radio setempat. 

Sejumlah media di Israel menyebutkan, Netanyahu merencanakan sidang kabinet di kawasan itu, sebagai tanggapan atas spekulasi yang menyebut Israel tengah dalam tekanan untuk mengembalikan Golan.

Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan damai antara kedua negara.

Bashar al-Jaafari, Duta Besar Suriah untuk PBB, mengecam Israel melakukan "provokasi yang tidak bertanggung jawab”. Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi menyebutnya "eskalasi".

Israel merebut area seluas 1.200 kilometer persegi di  Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya.

Langkah Israel itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. 



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X