Kuil Tertua di Jepang Rata dengan Tanah akibat Gempa

Kompas.com - 16/04/2016, 12:52 WIB
AFP/Jiji Press Longsong akibat gempa Sabtu (16/4/2016) dini hari di Perfektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang selatan.

MINAMI-ASO, KOMPAS.com – Kuil tertua bersejarah di Bukit Aso di Pulau Kyushu, Jepang selatan, rata dengan tanah akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter pada Sabtu (16/4/2016) dini hari.

Selain itu, tim evakuasi terus menemukan korban tewas akibat gempa yang berpusat di Kyushu.  NHK melaporkan, 16 orang tewas akibat gempa pada Sabtu dini hari dengan 1.000 orang dirawat.

Menjelang pukul 14.30 waktu setempat atau pukul 12.30 WIB, sudah 16 korban tewas. Ditambah dengan korban tewas akibat gempa pada Kamis (14/4/2016), seluruhnya menjadi 25 orang tewas.

Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran Jepang mengatakan, 7.262 orang telah tersebar di 375 tenda darurat sejak Jumat di Kumamoto. Setidaknya sudah 20.000 petugas telah dikerahkan untuk membantu kelancaran proses evakuasi.

Puluhan orang diperkirakan masih terperangkap di dalam reruntuhan bangunan. Belum diketahui pasti, bagaimana nasib korban gempa Kamis yang belum berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.

Kerusakan besar akibat gempa Sabtu dini hari di Perfektur Kumamoto, Kyushu, telah membuat regu penyelamat frustrasi. Bangunan rusak akibat gempa pertama telah rata dengan tanah.

Menurut petugas lapangan dan saksi mata, kuatnya getaran gempa Sabtu dini hari itu telah menyebabkan tanah longsor menimbun sejumlah rumah dan merusak salah satu kuil di sebuah daerah.

Bangunan-bangunan tua, termasuk Kuil Aso, rata dengan tanah.  Kondisi kuil itu terekam dari udara oleh televisi TBS menunjukkan gerbang utama kuil juga hancur rata dengan tanah.

Kuil Aso salah satu yang tertua dan bersejarah di Jepang.  Secara tradisional kuil itu menjadi pusat ibadah sebelum aksesi Kaisar Jimmu, antara tahun 660 sebelum Masehi (SM) hingga 585 SM.

Kantor kota Uto rusak parah dan sebagian dalam kondisi miring hampir roboh.

Secara terpisah, seorang pejabat pemerintah mengatakan, sebuah gunung rapi aktif di wilayah Perfektur Kumamoto juga meletus Sabtu pagi.

Tidak diketahui apakah ada kaitan gempa dengan gunung meletus itu.

Tomoyuki Tanaka, seorang pejabat pemerintah Prefektur Kumamoto, mengatakan 10 dikonfirmasi tewas akibat gempa Sabtu pagi. Jumlah keseluruhan dengan korban gempa Kamis, 19 orang tewas.

Namun, jaringan berita NHK, yang memiliki banyak reporter di lapangan, mengatakan, korban tewas akibat gempa Sabtu pagi adalah 16 orang dengan sekitar 1.000 orang terluka.

Ditambah dengan sembilan orang tewas akibat gempa pada Kamis malam, seluruhnya menjadi 25 orang tewas.

Setidaknya masih ada 11 orang terjebak di bawah reruntuhan apartemen universitas di Minami-Aso, dekat tanah longsor. TBS mengatakan, tujuh di antaranya telah berhasil diselamatkan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X