Kompas.com - 14/04/2016, 18:59 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

DODOMA, KOMPAS.com - Darah berceceran di seluruh penjuru negeri. “Saya ingin melupakan segala sesuatu tentang Burundi, bahkan nama saya sekalipun,” kata seorang pengungsi Burundi yang kini berada di Tanzania.

Lebih dari 250.000 orang telah mengungsi setelah mengetahui milisi-milisi oposisi Burundi berencana bangkit lagi melawan pemerintah dan membasmi masyarakat sipil.

Tak ada bantuan kemanusiaan di sana. Dunia internasional seperti sedang berpaling dari Burundi. Rakyat menderita.

Thierry, seorang pengungsi, ingin berbicara tentang nestapa di Burundi. Namun, tiba-tiba ia tersedak ketika mengenang kejadian yang memilukan.

Suara ayahnya masih terngiang-giang, saat sang ayah menjerit dan memohon agar tidak dibunuh, tetapi akhirnya dianiaya sampai mati oleh seorang pria bertopeng.

Pemuda itu kini meringkuk dalam kesendirian, dingin, dan menempel di baku kayu yang basah di tempat pengungsian di Tanzania.

Burundi, negara yang disebutnya sebagai rumahnya, telah ditinggalkannya dua jam lalu dengan sebutan satu kata “neraka”.

“Darah berceceran di mana-mana di Burundi, begitulah kenyataan yang terjadi di sana,” kata petani muda itu sambil menggulung ujung celananya dan menyingsingkan lengan kemeja untuk menunjukkan luka dan memar akibat penderitaan yang dialaminya.

Pria berusia 27 tahun itu meminta namanya diganti. Ia adalah salah satu dari lebih dari 250.000 warga Burundi yang mengungsi dari kekerasan dan hidup di perantauan.

Burundi, saat tulisan ini diturunkan, sedang mengarah kepada praktik genosida.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.