Kompas.com - 07/04/2016, 22:20 WIB
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (7/4/2016), menepis adanya "elemen korupsi" setelah dokumen Panama Papers menyebut teman dekatnya, Sergei Rodulgin mengelola perusahaan luar negeri bernilai 2 miliar dollar AS untuk dia.

Putin menambahkan, namanya tak muncul dalam dokumen tersebut dan menuding para pejabat AS berada di balik investigasi jurnalistik ini.

Dia menegaskan, investigasi itu mencoba dan gagal untuk mencari informasi yang terkait dengan kesepakatan keuangan yang dilakukan dirinya.

"Mereka menyisir rekening-rekening perusahaan luar negeri itu. Pelayan Anda yang setia tak ada di dalamnya. Lalu apa yang ada di dalam sana?" kata Putin merujuk dirinya sendiri.

Putin menambahkan, orang-orang yang bekerja di balik Panama Papers justru menjerat sejumlah teman Presiden Rusia dan menduga aktivitasnya dipenuhi korupsi.

"Elemen korupsi seperti apa? Tak ada sama sekali (elemen korupsi)," tambah Putin.

"WikiLeaks sudah menunjukkan kepada kita semua fakta bahwa para pejabat dan institusi AS berada di balik ini semua," Putin menegaskan.

Pada Rabu (6/4/2016), WikiLeaks mengatakan lewat akun Twitter-nya bahwa pemerintah AS membiayai serangan Panama Papers terhadap Putin lewat USAID.

Dalam kesempatan yang sama, Putin juga membela Sergei Rodulgin yang disebutnya sebagai seorang musisi brilian dan filantropis.

"Rodulgin hanya memiliki sedikit saham di salah satu perusahaan kami dan laporan ini membesar-besarkan pendapatan dia," ujar Putin merujuk pada Bank Rossiya.

Putin melanjutkan, Rodulgin mendapat uang dari sahamnya itu namun jumlahnya tak mencapai miliaran dollar AS.

"Hampir semua uang yang didapatnya digunakan untuk membeli alat musik di luar negeri dan membawanya pulang ke Rusia lalu didonasikan ke institusi musik negara," tambah Putin.

"Saya bangga memiliki teman seperti Sergei di antara orang-orang yang saya kenal," ujar Putin soal Rodulgin.

"Lebih banyak orang seperti itu maka akan lebih baik. Saya bangga memiliki teman seperti dia," kata Putin mengakhiri pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.