Kompas.com - 07/04/2016, 17:03 WIB
EditorPascal S Bin Saju

SRINAGAR,  KOMPAS.com – Ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di Kashmir, wilayah India, Kamis (7/4/2016). Insiden itu terjadi setelah dua militan tewas dalam baku tembak dengan pasukan pemerintah.

Menurut militer dan saksi mata, massa pemrotes membakar kendaraan lapis baja polisi. Bentrokan itu terjadi saat militan bertopeng melepaskan tembakan salvo ke udara dengan senapan otomatis sebagai penghormatan kepada dua rekan mereka yang meninggal.

Sebelumnya terjadi baku tembak pada Kamis pagi di Shopian, 45 km selatan Srinagar, kota utama di wilayah Kashmir. “Militan menembak sebuah kelompok patroli keamanan. Dua penyerang ditembak mati,”  kata juru bicara militer Kolonel NN Joshi.

Dua militan yang tewas adalah anggota Hizbul Mujahideen, sebuah kelompok pemberontak yang beroperasi di Kashmir. Wilayah ini berbatasan dengan Pakistan dan sering menjadi titik pertempuran pasukan pemerintah dan militan.

Setelah penembakan itu, ribuan warga dari desa-desa sekitarnya datang ke kota. Mereka memenuhi jalan kota dan melemparkan batu kepada poilisi dan meneriakkan slogan-slogan mendukung pemberontak.

Polisi pun menembakkan gas air mata kepada massa. Namun, polisi kemudian menarik mundur pasukannya untuk mencegah terjadinya eskalasi kekerasan.

Otoritas di Kashmir mengatakan, protes meningkat dari warga setelah kematian dua militan di wilayah itu. Kashmir sebenarnya terbagi dua antara Pakistan dan India, namun masing-masing pihak mengklaim penuh wilayah itu.

Polisi dan tentara setempat telah mengeluarkan peringatan publik yang meminta warga dalam radius dua kilometer dari area demonstrasi dan titik pertempuran untuk tinggal di dalam rumah. Seruan itu diabaikan warga.

Hizbul Mujahidin adalah salah satu dari beberapa kelompok pemberontak yang berjuang untuk kemerdekaan Kashmir atau bergabung dengan Pakistan.  India mempertahankan keutuhan wilayahya.

Puluhan ribu orang telah meninggal dalam pertempuran yang terjadi sejak munculnya pemberontakan pada tahun 1989. Sebagian korban adalah warga sipil.

Kashmir telah terbagi dua antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka dari Inggris pada tahun 1947. Dua negara ini telah berulangkali terlibat bentrok senjata di kawasan itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.