Kompas.com - 07/04/2016, 13:39 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MOSUL, KOMPAS.com – Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah semakin giat memproduksi video ancaman kepada negara-negara Barat.

Dalam video terbaru, yang dirilis Rabu (6/4/2016) melalui media ISIS, tampak militan menghancurkan gereja, simbol Kristen, dan eksekusi terhadap seorang pria penyuka sesama jenis.

Video terbaru itu bertajuk “The Voice of Virtue in Deterring Hell”. Video ini dirilis dua hari setelah ISIS menyebarkan video ancaman untuk menyerang London (Inggis), Berlin (Jerman), dan Roma (Italia). 

Lewat video tebaru ISIS memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka sangat brutal. Para algojo, yang mereka sebut sebagai polisi agama atau hisbah – singkatan  dari Rijaal al-hisbah yang berarti para penjaga keamanan – tidak kenal ampun ketika menyerang dan menghabisi musuh.

Dalam video itu ISIS mengumumkan pelaksanaan yang ketat hukum syariah versi mereka di jalan-jalan di pusat kekhalifahan di Raqqa, Suriah. Juga wilayah lain yang mereka kuasai di Suriah dan Irak.

Pemenggalan kepala gaya abad pertengahan juga dilakukan. Militan ISIS menghukum pria penyuka sesama jenis atau homoseksual (gay) dengan keji.

Pria yang dituduh gay itu dilempar dari lantai empat sebuah bangunan tinggi. Setelah terjerembab di tanah, ia dirajam dengan batu. Kepalanya dipenggal dan tangan dipotong di tengah jalan.

Tangan seorang pria yang dituduh pencuri pun dipotong.

Beberapa gereja dan monumen yang menjadi simbol Kristen dihancurkan.  Sebelum menghancurkan gereja, menurut video itu, militan ISIS membagi-bagikan selebaran dan berjabat tangan dengan warga sipil.

Tidak ada penjelasan rinci kapan dan di mana lokasi pengambilan video. Namun, video itu dirilis melalui situs resmi ISIS di Mosul, Irak utara.  Video dirilis oleh perusahaan bernama Ninawa Productions. Ninawa merujuk nama kota di Mosul, yakni Nineweh.

Pada Senin lalu, ISIS juga merilis video ancaman terhadap kota-kota besar di Barat. ISIS dalam video saat itu mengancam akan menyerang London, Roma, dan Berlin, juga New York, dan kota-kota “salib” lainnya.

Video Senin itu diproduksi Al Wa’ad Media Production, yang oleh militan di Raqqa menyebutnya sebagai media yang didukung ISIS.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.