Petinggi Komunis China Terdaftar dalam "The Panama Papers"

Kompas.com - 04/04/2016, 17:16 WIB
Xi Jinping HOW HWEE YOUNG / POOL / AFPXi Jinping
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com – Beberapa anggota keluarga petinggi komunis China, termasuk Presiden Xi Jinping, telah menggunakan jasa salah satu firma hukum firm Mossack Fonseca di Panama untuk menyembunyikan kekayaan atau harta karun mereka.

Langkah itu dilakukan untuk menghindari pajak. Namun, bisa juga berarti sebagai cara untuk mencuci uang, dan menghindari sanksi lainnya di dalam negeri.

Masalah tersebut muncul setelah bocornya 11,5 juta dokumen yang disebut “Te Panama Papers” dari pusat datat firma tadi ke ruang publik oleh media massa. 

Di serakan dokumen itu terdapat daftar klien kelas kakap yang menginginkan uang mereka tidak bisa dilacak oleh otoritas pajak di negaranya.

Setidaknya delapan anggota atau mantan Komite Tetap Politbiro, biro politik paling berpengaruh pada Partai Komunis yang berkuasa, diduga terlibat.

Kedelapan orang kuat China itu termasuk di antara 140 tokoh politik di seluruh dunia yang diduga telah menyembunyikan kekayaan mereka di luar negeri. Mereka setidaknya juga memiliki akun di bank-bank asing di luar negaranya.

Di antara mereka adalah saudara ipar Xi yakni Deng Jiagui. Pada tahun 2009 , ketika Xi masih anggota Komite Tetap Politbiro dan belum presiden, Deng mendirikan dua perusahaan di Kepulauan Virgin Inggris.

Xi telah dipastikan oleh media asing memiliki kekayaan keluarga terbesar China. Klaim itu telah disangkal oleh saluran media utama China. Publikasi di media China, termasuk media daring, telah ditekan Beijing.

Dari Indonesia setidaknya disebutkan, ada 72 individu dan perusahaan. Pengusaha yang disebut dalam  “The Panama Papers” itu antara lain Achmad Kalla,  James T Riyadi, Anindya N Bakrie, Antony Salim, Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno.

Sedangkan perusahaan yang terdaftar adalah Agung Podomoro, Charoen Pokphand Indonesia, Lippo, Agung Sedayu, Bakrie  & Brothers, Astra International, dan Texmaco Group.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X