Anggota Pasukan "Pengantin" ISIS, dari Koki hingga Pesepak Bola Profesional

Kompas.com - 30/03/2016, 18:37 WIB
. AFP Photo / Bulent Kilic.
EditorErvan Hardoko

BEIRUT, KOMPAS.com - Salah satu senjata paling ditakuti dari Negara Islam Irak dan Suriah adalah para "pengantin" atau pengebom bunuh diri.

Banyak orang menduga, para pengebom bunuh diri itu bukan "siapa-siapa" dalam kehidupan mereka sehingga dengan rela memberikan nyawa untuk tujuan ISIS.

Namun, kenyataannya, banyak dari para pengebom bunuh diri itu adalah orang-orang profesional dengan karier sukses dan penghasilan besar.

Situs berita The New Arab yang melakukan investigasi berdasarkan 121 dokumen yang dibocorkan situs berita Suriah Zaman al-Wasl menyebut para "pengantin" berasal dari berbagai latar profesi.

Beberapa dari mereka berprofesi sebagai koki profesional, pemain sepak bola bahkan para ayah.

Unit bom bunuh diri ISIS ini diisi orang-orang dari 20 negara yaitu 32 orang dari Arab Saudi, 25 orang Tunisia, 18 orang Maroko, 12 warga Mesir, tujuh dari Suriah dan Libya, empat asal Spanyol, tiga dari Lebanon, dua dari Kuwait.

Serta satu orang masing-masing dari Turki, Italia, Perancis, Jerman, Uzbekistan, Afganistan, Sudan, Aljazair, Yordania, Palestina dan Yaman.

Sebagian besar dari mereka, yaitu 69 persen berusia di bawah 30 tahuh dan belum menikah. Sedangkan 72 persen dari mereka disebut memiliki "pendidikan agama yang kurang" dan 74 persen menyelesaikan bangku SMA atau universitas.

Dari sisi pekerjaan, 13 pengebom bunuh diri asal Arab Saudi adalah para pekerja di perusahaan besar milik negara.

Salah satunya bekerja di hotel, satu lainnya bekerja di bandara dan dua orang lagi adalah perwira militer Arab Saudi.

Sedangkan satu orang Tunisia adalah pemain sepak bola profesional dan pelatih kebugaran. Satu orang adalah jurnalis dan pakar desain grafis.

Selain itu beberapa dari mereka juga bekerja di bidang hukum, kedokteran dan pertanian. Bahkan ada yang berprofesi sebagai polisi, koki masakan Perancis dan penjual coklat.

"Mereka yang melakukan serangan 11 September dan serangan lain di seluruh dunia tak selalu berasal dari latar belakang penuh kemiskinan," ujar Mohammad al-Shinqiti, seorang profesor etika politik.

"Mereka datang dari berbagai latar belakang sosial dan kelas, sebagian besar adalah warga kelas menengah dan sebagian lainnya bahkan dari kalangan atas," tambah al-Shinqiti.


 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Mirror
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X