ISIS Dikabarkan Berencana Serang Komunitas Yahudi di Turki

Kompas.com - 29/03/2016, 19:40 WIB
Salah satu mobil yang hangus akibat bom mobil di ibu kota Turki, Ankara, Minggu (13/3/2016) malam, terlilhat masih mengepulkan asap. Akibat bom ini 34 orang tewas dan 125 lainnya terluka. MEHMET OZER / AFPSalah satu mobil yang hangus akibat bom mobil di ibu kota Turki, Ankara, Minggu (13/3/2016) malam, terlilhat masih mengepulkan asap. Akibat bom ini 34 orang tewas dan 125 lainnya terluka.
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com — Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana untuk membunuh anak-anak Yahudi di Turki dengan menyerang taman kanak-kanak, sekolah, dan pusat-pusat kegiatan pemuda.

Menurut informasi intelijen yang diperoleh Sky News, rencana itu diperoleh dari para agen ISIS yang ditangkap di kota Gaziantep, wilayah selatan Turki, pekan lalu.

Salah satu target utama ISIS adalah sinagoge Beyoglu di Istanbul, yang juga merupakan pusat komunitas Yahudi kota itu dan memiliki sekolah yang berada dalam satu lingkungan yang sama.

"Mengantisipasi kabar itu, Kepolisian Turki meningkatkan pengamanan hingga ke level tertinggi, termasuk kelompok pengamanan warga Yahudi," demikian sumber intelijen Turki kepada Sky News.

"Para petugas yang menyamar dan agen-agen tim kontra terorisme juga disiagakan 24 jam. Ini adalah sebuah ancaman yang sangat kredibel," tambah sumber itu.

"Kami belum tahu kapan rencana serangan itu akan direalisasikan, bisa jadi dalam 24 jam atau beberapa hari mendatang," lanjut sumber itu.

Serangkaian ancaman, khususnya terhadap anak-anak Yahudi, muncul setelah serangan maut di Istanbul pada 19 Maret lalu, yang menewaskan lima orang, dengan empat di antaranya adalah warga Israel.

"Kelompok yang menamakan diri ISIS itu diyakini berada di belakang serangan itu, dan kelompok tersebut terus berupaya melakukan lebih banyak serangan di Turki dan tempat lain," tambah sang sumber.

Saat ini, di Turki terdapat lebih dari 3 juta pengungsi dari Suriah dan terdapat bukti kuat bahwa beberapa pelaku serangan Paris dan Brussels pernah pergi ke Suriah.

Di negeri itu, mereka mendapatkan pelatihan tempur dan menyelundup kembali ke Eropa dengan mendompleng gelombang pengungsi yang mencari kehidupan baru di Benua Biru.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X