Penembakan di Gedung Capitol Sebabkan Wisatawan Panik

Kompas.com - 29/03/2016, 07:36 WIB
Serangkaian tembakan dilaporkan terjadi di pusat pelayanan para pengunjung Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (28/3/2016) sore. AFP GettySerangkaian tembakan dilaporkan terjadi di pusat pelayanan para pengunjung Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (28/3/2016) sore.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS,com — Serentetan penembakan terjadi di pusat pelayanan pengunjung Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (28/3/2016) sore. Insiden ini menimbulkan kepanikan karena banyaknya wisatawan yang ada di lokasi kejadian.

Seorang penyerang dan satu pegawai perempuan terluka. Tersangka penyerang melakukan penembakan sehingga memicu aksi baku tembak dengan aparat. Ia ditangkap dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Polisi masih menyelidiki kejadian itu.

Para pegawai di gedung Kongres AS itu diperintahkan untuk mencari perlindungan. Orang-orang yang berada di luar gedung juga diminta mengamankan diri.

Tidak seorang pun saat ini diizinkan masuk atau keluar gedung mana pun di kompleks Capitol.

Sementara tim keamanan (Sergeant-At-Arms) Gedung Capitol mengatakan, pria bersenjata ditangkap dan seorang perwira polisi terluka.

Media lokal mengidentifikasi tersangka sebagai Larry Dawson dari Negara Bagian Tennessee.

Matthew Verderosa, Kepala Keamanan di Gedung Capitol, mengatakan, pelaku penembakan menjalani misi pribadi yang tidak ada kaitan dengan sebuah kelompok mana pun. Dia sudah biasa melakukan tindakan serupa sebelumnya.

“Tidak ada alasan untuk percaya bahwa tindakan ini lebih dari perbuatan pidana,” kata Verderosa.

Gedung Capitol ditutup karena kemungkinan ancaman keamanan, demikian isi e-mail yang dikirimkan ke staf Kongres.

Polisi di Capitol diperkirakan akan segera mengeluarkan pernyataan. Saat terjadi penembakan, Kongres AS sedang reses karena liburan Paskah, tetapi sejumlah anggota Kongres dan staf berada di tempat itu.

Biasanya, untuk memasuki Capitol, semua anggota parlemen, tamu, atau pengunjung harus melewati metal detector dan senjata tidak diizinkan dibawa masuk.

Serangan terhadap Gedung Capitol itu sebenarnya sudah beberapa kali terjadi pada masa lalu. Pada pertengahan Februari lalu, seorang lelaki ditangkap di dekat gedung itu karena dugaan terorisme.

Pria itu, Amine El Khalifi (29) dari Alexandria, Virginia, ditangkap oleh satuan antiteror FBI karena diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di tempat Kongres AS tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X