Kompas.com - 27/03/2016, 16:29 WIB
|
EditorErvan Hardoko

ISIS menduduki Palmyra pada Mei 2015 dan sejak saat itu mereka menghancurkan banyak peninggalan bersejarah berusia ribuan tahun.

ISIS bahkan menggunakan amfiteater kuno Palmyra sebagai tempat eksekusi publik termasuk memenggal ketua badan purbakala setempat yang berusia 82 tahun.

Keberhasilan pasukan Suriah merebut kembali kota berjuluk "Permata Padang Pasir" itu mendapat sambutan hangat dari ketua UNESCO, Irina Bokova.

"Palmyra telah lama menjadi simbol pembersihan budaya yang terjadi di Timur Tengah," ujar Bokova.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.