Jika Tak Beri Imunisasi Anak, Orangtua Diancam 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 26/03/2016, 16:50 WIB
Presiden Uganda Yoweri Museveni saat tiba di Addis Ababa, Ethiopia, untuk mengikuti KTT Uni Afrika ReutersPresiden Uganda Yoweri Museveni saat tiba di Addis Ababa, Ethiopia, untuk mengikuti KTT Uni Afrika
EditorGlori K. Wadrianto

KAMPALA, KOMPAS.com - Para orangtua yang masih memiliki balita di Uganda, kini dapat terancam hukuman penjara, jika terbukti tidak memberikan vaksinasi lengkap kepada buah hati mereka. 

Ancaman hukuman bui selama enam bulan itu merupakan aturan baru yang telah disahkan oleh Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Dalam aturan baru tersebut diatur, anak-anak wajib memiliki kartu imunisasi sebelum bisa mendaftar sekolah.

"Dengan aturan ini diharapkan pemerintah setempat dapat mencapai target imunisasi," kata Menteri Kesehatan Uganda Sarah Achieng Opendi, seperti dikutip BBC Indonesia, Sabtu (26/3/2016).

Menurut Opendi, regulasi ini lahir kerena di Uganda ada orangtua dari anggota kelompok keagamaan yang menolak anak mereka diimunisasi.

Pada 2015, Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa di Uganda, 70 dari 1.000 anak akan meninggal sebelum mencapai usia lima tahun.

Opendi mengatakan, saat ini diperkirakan tiga persen anak di Uganda belum diimunisasi.

Pada saat kampanye, lanjut Opendi, anak-anak disembunyikan di permukiman kumuh oleh orangtuanya untuk menghindari pemberian imunisasi.

"Beberapa pemimpin keagamaan sebelumnya ditahan, tapi tak bisa dituntut karena tak ada aturan hukumnya," kata Opendi lagi.

"Kultus yang menolak imunisasi pada anak-anak dikenal dengan nama 666 dan kini sedang berkembang," ujar Opendi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X