Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/03/2016, 14:26 WIB
EditorFidel Ali

KOMPAS.com - Korea Utara mengeluarkan video propa ganda kehancuran Amerika Serikat. Video yang berdurasi 4 menit itu memperlihatkan peluru kendali dari kapal selam menghantam Washington hingga akhirnya memperlihatkan bendera AS yang terbakar.

Video yang diberikan judul "Kesempatan Terakhir" itu juga memperlihatkan rangkaian serangan roket yang kemudian mengarahkan penonton pada pemandangan peluru kendali yang menghantam Gedung Putih dengan tulisan "Jika imperialis AS mendekat, kami akan hantam mereka dengan nuklir".

Tak hanya itu, sejumlah peristiwa yang melatarbelakangi hubungan Korut dengan AS juga diperlihatkan. Penangkapan sejumlah pilot dan kapal perang yang diduga milik AS hingga barisan tank artileri diperlihatkan di video tersebut.

Adapun video propaganda tersebut disebarkan oleh situs propaganda Korea Utara pada Sabtu (26/3/2016).

Krisis nuklir di Korut sudah menyeruak sejak awal 1990, hingga kini krisis itu masih menjadi ancaman bagi AS. Beberapa kali Korut mencoba mengancam akan mengirim roket dengan hulu ledak nuklirnya ke tetangganya Korea Selatan hingga ke AS.

Ketegangan di semenanjung Korea semakin meningkat sejak Pyongyang melanjutkan ujicoba nuklirnya pada Januari. Lalu, peluncuran roket satelit pada bulan berikutnya yang disebut-sebut merupakan salah satu ujicoba rudal balistiknya.

Tak hanya itu, Korut juga disebut-sebut tengah mengembangkan rudal balistik dari kapal selamnya yang memiliki kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir. Rencana ini membuat ancaman di semenanjung Korea semakin memanas.

Disebutkan, pengembangan rudal balistik dari kapal selam itu berhasil dilakukan oleh Korut. Meski begitu, beberapa ahli meragukan klaim keberhasilan tersebut.

Berikut video propaganda tersebut:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.