Kompas.com - 24/03/2016, 06:20 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Pemerintah Turki pernah menangkap Ibrahim El Bakraoui, salah satu dari dua pelaku bom bunuh diri di Brussels, Belgia pada bulan Juni tahun lalu.

El Bakraoui ditangkap terkat persoalan keimigrasian di Gaziantep, dekat perbatasan Suriah. Lelaki itu kemudian dideportasi ke Belanda sesuai permintaannya. 

Seperti yang diberitakan Kantor Berita AFP, Rabu (24/3/2016) El Bakraoui berusia 30 tahun dan memiliki kewarganegaraan Belgia. Dia adalah salah satu pelaku aksi teror yang meledakkan bom bunuh diri di Bandara Saventem, Selasa kemarin. 

Senada dengan Presiden, Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens mengaku sudah mengamati keberadaan El Bakraoui saat dia dikirimkan ke Belanda dari Turki.

Erdogan pun mengaku Pemerintahannya tidak mengonfirmasi keterkaitan El Bakraoui dengan jaringan terorisme, sekalipun sudah menyertakan catatan tentang itu bersama proses deportasinya.

"Kala ditangkap, dia tidak diketahui berada di Turki untuk aksi terorisme," ujar Erdogan dalam wawancara dengan jaringan televisi Belgia VRT.  "Dia hanya pelaku pelanggaran biasa, yang kemudian mendapat pembebasan bersyarat," ungap Erdogan.

Presiden menjelaskan, pihak konsuler Belgia secara resmi melakukan deportasi terhadap El Bakraoui pada 14 Juli 2015. Setelah itu, El Bakraoui dibebaskan oleh otoritas Belgia. Namun Erdogan tidak menyebutkan waktu pembebasannya.

"Sekalipun kami telah memberikan catatan terhadap orang ini terkait terorismen, namun Pemerintah Belgia gagal mengidentifikasi keterkaitan dia dengan jaringan terorisme," ungkap Erdogan di Ankara. 

Erdogan mengatakan, orang itu dideportasi ke Belanda sesuai permintaannya. Namun pemerintah Turki telah memberikan catatan khusus atas El Bakraoui yang juga diinformasikan kepada Pemerintah Belanda dan Belgia.

Erdogan tak menjelaskan kapan El Bakraoui dipindahkan dari Belanda ke Belgia.  

Mendapati fakta ini, Erdogan pun lalu menyerukan pentingnya kerjasama internasional untuk melawan aksi terorisme. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.