Israel Cegah Utusan Khusus PBB Asal Indonesia ke Palestina

Kompas.com - 21/03/2016, 22:52 WIB
Pelapor Khusus PBB untuk Konflik Palestina, Makarim Wibisono, tidak mendapat izin dari Israel masuk Palestina. AFP PhotoPelapor Khusus PBB untuk Konflik Palestina, Makarim Wibisono, tidak mendapat izin dari Israel masuk Palestina.
EditorPascal S Bin Saju
GENEVA, KOMPAS.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa melayangkan kecaman keras terhadap Israel karena utusan khususnya, Makarim Wibisono, tidak mendapat izin masuk Palestina. Wibisono ditugaskan PBB untuk memantau situasi HAM di wilayah otonomi Palestina.

"Dengan penyesalan mendalam, saya harus menerangkan bahwa saya telah gagal memenuhi mandat yang diberikan kepada saya," kata Makarim Wibisono di depan sidang Dewan HAM di Geneva, Swiss, Senin (21/3/2016).

Makarim sejak 2014 bertugas sebagai utusan khusus PBB (special rapporteur) untuk Palestina. Dia diminta merampungkan laporan tentang situasi HAM di wilayah yang dijajah Israel itu dan menyerahkan laporan akhir kepada Dewan HAM PBB di Geneva.

Dalam laporan di hadapan sidang dewan PBB, Makarim menyayangkan sikap Israel yang tidak memberi izin kepadanya untuk masuk ke wilayah Palestina.

Diplomat Indonesia itu mengatakan, ketika diserahi tugas oleh PBB tiga tahun lalu, dia tadinya yakin akan mendapat akses ke Palestina. Namun, permintaannya untuk berkunjung ke wilayah itu justru berulang kali ditolak.

"Kurangnya kerja sama (Israel) tampaknya menjadi indikasi bahwa situasi HAM warga Palestina tetap akan memburuk setiap hari di bawah pendudukan Israel," katanya dan menegaskan "kurangnya akuntabilitas" dalam hal pelanggaran HAM di wilayah kerjanya.

Israel memang sejak lama menuduh Dewan HAM bias dalam penilaian terhadap politiknya di Palestina. Delegasi Israel tidak menghadiri sidang dewan HAM di Geneva.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya juga menuduh rencana kunjungan Makarim sebagai "bias".

Perwakilan Uni Eropa di Dewan HAM, Peter Soerensen, dari Denmark, menyatakan penyesalan bahwa Israel tidak mengizinkan Makarim mengakses wilayah Palestina.

Sorensen juga menyayangkan mandat yang diberikan kepada diplomat Indonesia itu "terbatas untuk menyelidiki pelanggaran HAM Israel". Seharusnya, semua pelanggaran HAM "tunduk pada pengawasan", terlepas dari siapa pelakunya.

Perwakilan Palestina, Ibrahim Khraishi, mengecam bahwa penunjukan pengganti Makarim tertunda-tunda setelah kelompok HAM Israel mengirim surat yang isinya menuduh kedua calon, yaitu profesor hukum Penny Green dari Inggris dan ahli hukum Michale Lynk dari Kanada, sebagai "aktivis anti-Israel".

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X