Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengerikan, Singa Lepas dari Taman Nasional Masuk ke Kota Nairobi

Kompas.com - 21/03/2016, 12:00 WIB
NAIROBI, KOMPAS.com — Sebulan setelah tersiar kabar tentang lepasnya seekor singa dari taman liar di Nairobi, Kenya, kini seekor singa lain pun terlepas. Singa itu tak hanya lewat di jalan-jalan sekitar kota, tetapi juga menyerang warga. 

Terakhir, seorang pria berusia kira-kira 60 tahun diserang oleh singa tersebut. Lelaki yang belum jelas identitasnya itu kini harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. 

Sebelumnya, sejumlah orang membunyi-bunyikan klakson mobil untuk mengganggu dan mengusir hewan buas itu di jalan utama kota itu.

Paul Udoto, juru bicara Wildlife Service di Nairobi, seperti dilansir laman UPI.com, Senin (21/3/2016), mengatakan, kendati umumnya warga takut dan panik, ada pengguna jalan yang turun dari mobil, dan melakukan selfie dengan latar belakang singa tersebut.  

Udoto mengatakan, singa tersebut langsung ditangkap dan dikembalikan ke habitatnya di Taman Nasional Nairobi. Peristiwa ini terjadi pada akhir pekan kemarin.

Sementara itu, pasukan jagawana setempat masih melanjutkan pencarian di seputar kota itu, demi memastikan tidak ada lagi singa yang terlepas.

Kaburnya singa dari lokasi taman nasional disebut-sebut tak lepas dari hilangnya habitat mereka di dalam lingkungan itu. Hewan-hewan itu pun merasa terancam, lalu meninggalkan tempat tinggalnya.

"Jika tidak ada mangsa atau tidak cukup mangsa di taman nasional, mereka pasti memutuskan untuk berjalan keluar," kata seorang ahli konservasi Kenya, Ali Kaka, kepada Kantor Berita BBC. 

Bulan lalu, empat singa dikabarkan kabur dari areal taman nasional. Kondisi itu tentu menciptakan kengerian dan kepanikan bagi warga di Nairobi.

Dua singa tersebut kemudian berhasil ditangkap dan dikembalikan ke taman nasional, sementara dua lainnya menemukan jalannya sendiri untuk kembali ke kawasan hutan nasional.

Selama ini, pagar listrik dipasangi jalan utama antara Kota Nairobi dan kawasan taman nasional. Pagar itu mengamankan singa, macan tutul, kerbau, jerapah, dan binatang lainnya agar tidak masuk ke wilayah kota.

Namun, ternyata, sisi lain di seberang taman nasional itu hanya berbatasan dengan sungai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com