Kompas.com - 18/03/2016, 18:00 WIB
UNESCO menyebut penghancuran situs kuno Palmyra di Suriah sebagai kejahatan perang. UNSECOUNESCO menyebut penghancuran situs kuno Palmyra di Suriah sebagai kejahatan perang.
EditorPascal S Bin Saju

BEIRUT, KOMPAS.com - Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah, Jumat (18/3/2016), mengklaim telah membunuh lima tentara Rusia dalam pertempuran di dekat kota kuno Palmyra.

"Para prajurit kekhalifahan, oleh kasih karunia Allah, telah menewaskan lima tentara Rusia dan enam anggota dari tentara Suriah,” kata  kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dalam sebuah pernyataan.

Kelompok ini juga mengklaim pembunuhan terhadap beberapa anggota kelompok Hezbullah Lebanon dalam pertempuran di dekat Palmyra.

Sebuah situs daring yang terkait dengan ISIS, Aamaq, juga merilis klaim serupa. Media itu menambahkan,  salah satu tentara Rusia yang tewas adalah seorang penasihat militer bagi rezim Suriah.

"Empat tentara Rusia tewas di Qasr al-Hallabat, barat dari Palmyra, dalam upaya untuk menyerbu daerah itu yang digagalkan oleh militan ISIS,” tulis media daring tersebut.

“Sedangkan penasihat (militer Rusia) yang mayat ditunjukkan dalam sebuah video yang didistribusikan oleh agen tewas (Kamis) di wilayah Dawa ," klaim Aamaq.

Aamaq juga menerbitkan video, yang menunjukkan mayat dari seorang pria yang berlumuran yang dikalim adalah penasihat militer. Rekaman itu juga menunjukkan senjata AK-74m, helm, dan kompas.  Ada tulisan dalam bahasa Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IS merebut Palmyra, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Suriah timur yang dikenal sebagai "Mutiara dari Padang Gurun ", Mei tahun lalu. Peristiwa itu mengejutkan dunia.

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (OHR) mengatakan, penasehat Rusia hadir di dekat Palmyra. Namun, SOHR tidak bisa mengkonfirmasi apakah ada pasukan Rusia yang tewas di sana dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Vladimir Putin, pendukung utama Assad, Senin memerintahkan penarikan sebagian pasukan bersenjata Rusia dari Suriah. Namun Angkatan Udara Rusia terus menyerang target ISIS sejak pengumuman itu dikeluarkan, khususnya target di sekitar Palmyra.

Kementerian pertahanan Rusia tidak memberikan konfirmasi terkait pembunuhan tentaranya. "Sikap tanpa kompromi kami dengan terorisme tetap tidak berubah," kata Putin, Kamis kemarin.

Putin juga menegaskan, militer Suriah bisa saja kembali ke Suriah dalam beberapa jam. Ia juga mengakui adanya pertempuran di dekat Palmyra dan berjanji akan merebutnya untuk pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.