Status Cekal Dicabut, Pervez Musharraf Tinggalkan Pakistan

Kompas.com - 18/03/2016, 09:56 WIB
Mantan pemimpin Pakistan, Pervez Musharraf. AP PhotoMantan pemimpin Pakistan, Pervez Musharraf.
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com - Mantan penguasa militer Pakistan, Pervez Musharraf, pada Jumat (18/3/2016) dini hari, meninggalkan negeri itu setelah Mahkamah Agung mencabut status cekal yang sudah disandang Musharraf selama tiga tahun.

Di bandara internasional Karachi pada pukul 03.55 dini hari waktu setempat, Musharraf menggunakan maskapai Emirates menuju ke Dubai.

"Dia adalah orang terakhir yang masuk ke pesawat dan begitu dia masuk, gerbang ditutup. Dia terlihat santai," ujar seorang sumber di bandara Karachi.

Para kuasa hukum mantan presiden yang didakwa melakukan pengkhianatan dan pembunuhan terhadap Benazir Bhutto itu pernah mengatakan Musharraf membutuhkan perawatan tulang belakang yang tak bisa diperoleh di Pakistan.

"Saya pergi ke luar negeri untuk berobat namun akan kembali untuk menghadapi kasus yang menjerat saya. Saya seorang anggota pasukan komando dan saya cinta negara ini," ujar juru bicara Partai Liga Muslim Pakistan, Dr Amjad Malik, menirukan Musharraf.

"Selama enam atau delapan pekan dibutuhkan untuk terapi dan setelah itu dia akan kembali," tambah Malik.

Musharraf dilarang meninggalkan Pakistan pada Maret 2013 setelah dia kembali ke negeri itu untuk bertarung dalam pemilihan umum yang berakhir dengan kegagalan.

Pemerintah Pakistan melarang Musharraf ambil bagian dalam pemilihan umum dan malah dijerat berbagai masalah hukum.

Pada Januari lalu, Musharraf dibebaskan dari dakwaan pembunuhan pemimpin pemberontak Baluchistan, Nawab Akbar Bugti pada 2006.

Namun, dia masih dijerat empat kasus lainnya, yaitu tuduhan pengkhiatanan karena memberlakukan aturan daruat, pemecatan sejumlah hakim tanpa alasan, pembunuhan Benazir Bhutto dan serangan maut ke Masjid Merah Islamabad.

Pada Juni tahun laly, Pengadilan Tinggi Sindh mencabut larangan bepergian terhadap Musharraf. Namun, pemerintah federal yang dipimpin rival lamanya, Nawaz Sharif mengajukan banding.

Pada Rabu (16/3/2016), Mahkamah Agung Pakistan memperkuat keputusan Pengadilan Tinggi Sindh dan meminta pemerintah agar mengizinkan Musharraf untuk bepergian ke luar negeri.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali mengatakan, para pengacara Musharraf sudah memberikan jaminan bahwa pensiunan jenderal itu hanya akan berada di luar negeri selama enam pekan lalu pulang untuk menjalani sidang.

Musharraf menggulingkan Nawaz Sharif lewat sebuah kudeta tak berdarah pada 1999 dan berkuasa di Pakistan hingga demokrasi dipulihkan pada 2008.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X