Kompas.com - 15/03/2016, 16:14 WIB
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 (foto: dok). Sebuah jet Rusia jenis Su-27 dilaporkan 'mencegat' pesawat AS saat terbang di atas Laut Hitam. APPesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 (foto: dok). Sebuah jet Rusia jenis Su-27 dilaporkan 'mencegat' pesawat AS saat terbang di atas Laut Hitam.
EditorPascal S Bin Saju
DAMASKUS, KOMPAS.com – Pasukan Rusia sedang bersiap-siap untuk keluar dari Suriah dan kembali negaranya, Selasa (15/3/2016). Hal itu dilakukan setelah Presiden Vladimir Putin secara tiba-tiba mengumumkan penarikan pasukan dari Suriah, Senin.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu telah memberi perintah penarikan pasukan dan armada. Menurut kementerian pertahanan, pesawat sedang bersiap penerbangan jarak jauh kembali ke Rusia.

Tidak ada rincian yang telah disampaikan Moskwa tentang berapa banyak pesawat dan pasukan akan ditarik dari Hmeimim, di provinsi Latakia. Juga tidak ada rincian atau tidak disinggung tentang batas waktu untuk menuntaskan penarikan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya bahwa "bagian utama" dari kelompok angkatan bersenjata Rusia di Suriah sedang dipindahkan ke Federasi Rusia.

"Staf teknis dari pangkalan udara mulai mempersiapkan pesawat untuk penerbangan jarak jauh ke bandara udara Federasi Rusia," katanya.

"Personil yang memuat peralatan, barang logistik dan persediaan menjadi pesawat transportasi penerbangan," kata kementerian.

Pesawat akan terbang ke Rusia, sejauh lebih dari 5.000 km dari Suriah, dalam formasi yang disertai pesawat angkut. Pesawat bisa singgah di pangkalan Rusia lainnya di sepanjang rute.

Disambut baik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pejabat Barat menyambut langkah Moskwa dengan sangat hati-hati. Mereka mengatakan, langkah itu diharapkan bisa menekan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk terlibat dalam perundingan damai lanjutan di Geneva, Swiss.

Perundingan damai yang dimediasi PBB untuk mengakhiri konflik Suriah telah memasuki hari kedua di Geneva.

Perundingan ini merupakan lanjutan dari Geneva III, awal Februari, yang tak dapat diteruskan karena pasukan pemerintah Suriah dan Rusia menggempur basis oposisi di Suriah utara.

PBB akan secepatnya menyajikan laporan tentang kejahatan perang di Suriah.

Rusia memluai intervensi militer di Suriah lewat serangan udara pada 30 September 2015. Kehadiran Suriah telah memperkuat pasukan Damaskus dalam merebut kembali wilayah yang sebelumnya dalam penguasaan pasukan oposisi dan pemberontak garis keras seperti Front Al-Nusra dan ISI.


 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.