Javad Zarif: Rudal Iran untuk Bela Diri, Bukan untuk Agresi

Kompas.com - 15/03/2016, 11:20 WIB
Foto yang dirilis pada 8 Maret 2016 oleh Sepah News dari Garda Revolusi Iran, memperlihatkan peluncuran rudal balistik dalam uji coba di lokasi yang dirahasiakan. AFP / SEPAH NEWS / STRINGERFoto yang dirilis pada 8 Maret 2016 oleh Sepah News dari Garda Revolusi Iran, memperlihatkan peluncuran rudal balistik dalam uji coba di lokasi yang dirahasiakan.
EditorPascal S Bin Saju

CANBERRA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, rudal balistik negaranya bertujuan untuk membela diri. Uji coba terakhir tidak melanggar kesepakatan nuklir dengan enam negara besar.

Zarif mengungkapkan hal itu di Canberra, Australia, Selasa (15/3/2016). Komentarnya berkaitan dengan kecaman Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), atas uji coba dua rudal balistik Iran, Rabu pekan lalu, tepat saat Wakil Presiden AS Joe Biden mengunjungi Israel.

Ankara ketika menembakkan dua rudal itu menyatakan, rudal mereka untuk menarget Israel atau "kaum Zionis". Pada badan dua rudal, seperti juga pada rudal-rudal yang pernah ditembakkan Iran sebelumnya, tertulis kata-kata "Israel harus ditiadakan".

Menjadi soal dan disoroti Barat dan AS ialah karena uji coba itu dilakukan setelah tercapai kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia, Juli lalu di Vienna, Austria. Kesepakatan itu kemudian diikuti pencabutan sanksi ekonomi dan keuangan atas Iran.


Enam negara besar itu terdiri dari lima anggota tetap Dewan Keamanan (KD) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni AS, Rusia, China, Inggris, dan Perancis, ditambah Jerman.  Enam negara ini juga sering disebut dengan kelompok P5+1.

Kepada wartawan di Australia, Zarif mengatakan, rudal yang diuji pada Rabu lalu itu takkan pernah digunakan dalam agresi. Namun, dia mengakui, uji coba itu telah menarik perhatian internasional.

AS telah mendorong DK PBB yang beranggotakan 15 negara untuk menggelar pertemuan guna membahas perkembangan terbaru di Iran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X