Kompas.com - 10/03/2016, 07:45 WIB
EditorPascal S Bin Saju
SEOUL, KOMPAS.com –Korea Utara menggunakan truk buatan China dalam memobilisasi sistem artileri terbaru dan dipamerkan pekan lalu. Jenis artileri dimaksud adalah Sistem Peluncur Multi Roket (MRLS), yang  dapat menembakkan roket secara beruntun.

Menurut para ahli, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (9/3/2016), MRLS Korut itu mungkin dapat beroperasi di luar jangkauan senjata serupa yang dimiliki AS dan Korea Selatan.

Dalam foto-foto yang dipublikasikan oleh media pemerintah Korut,  kendaraan yang digunakan itu memiliki bodywork. Tampak ada beberapa tanda dari truk Sinotruk HOWO buatan China, yang banyak tersedia secara komersial dan digunakan industri pertambangan dan konstruksi Korut.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras kepada Pyongyang terkait dengan uji coba peluncuran roket beberapa waktu lalu. Sanski itu disusun dengan persetujuan AS dan China, sekutu dekat Korut.

MRLS adalah semacam sistem artileri peluncur roket yang mampu menembakkan roket ke target-targetnya secara beruntun. Benda itu biasanya dipasang di bagian belakang mobil yang dibuat menyerupai tangki,  atau truk, dan kendaraan tidak perlu dimodifikasi.

"Anda hanya memerlukan sebuah tabung peluncur yang Anda taruh pada truk," kata Markus Schiller, seorang pakar peroketan di Jerman. "Hampir semudah memasang senapan mesin," tambahnya.

Kementerian Luar Negeri China, ditanya tentang truk di Korut itu, mengatakan pemerintah telah secara konsisten mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. "China akan memperkuat kontrol secara ketat," kata juru bicara Hong Lei pada konferensi pers di Beijing, Rabu.

Kantor pusat Sinotruk HOWO yang berada di Jinan, China utara, tidak dapat dihubungi.

Media Korut merilis pemimpin Kim Jong Un yang mengamati uji penembahkan MRLS di sebuah acara di mana ia memerintahkan negaranya siap untuk menggunakan senjata nuklirnya setiap saat.

Rabu kemarin, Kim mengatakan Korut memiliki miniatur hulu ledak nuklir. Namun, keterangan itu sulit diverifikasi secara independen.

Banyak ahli telah mempertanyakan apakah Korut memiliki pengetahuan untuk mengembangkan program nuklirnya dan memfungsikannya dengan baik sistem persenjataannya itu.

Halaman:
Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.