Kompas.com - 07/03/2016, 01:02 WIB
EditorAmir Sodikin
KOMPAS.com - Nancy Reagan, mantan Ibu Negara Amerika Serikat, meninggal dunia pada usia 94 tahun pada Minggu (6/3/2016) waktu setempat. Nancy adalah istri dari mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan (memimpin Amerika Serikat 1981-1989).

Melalui akun Twitter, Michael Reagan mengatakan, ia amat bersedih dengan kematian ibu tirinya.


Seperti dikutip dari Reuters, Nancy Reagan disebut-sebut sebagai salah satu perempuan pertama yang berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat terutama pada saat era kepemimpinan suaminya pada rentang 1981-1989.

Nancy Reagan adalah sosok pendamping yang spesial bagi Ronald Reagan. Ronald Reagan memanggil istrinya dengan panggilan sayang "Mommy", sementara Nancy Reagan sendiri memanggil suaminya dengan panggilan sayang "Ronnie".

Ronnie sendiri telah meninggal dunia pada tahun 2004 setelah perjuangannya melawan alzheimer. Nancy Reagan dikabarkan juga menjadi istri setia dan penuh proteksi terhadap suaminya, dialah yang mendampingi sang suami dan merawatnya hingga akhir hayat.

Nancy Reagan, yang sebelumnya memiliki nama Nancy Davis, adalah seorang artis Hollywood pada era 1940an. Pada tahun 1952, ia menikah dengan sekorang aktor film terkemuka yaitu Ronald Reagan.

Nancy Reagan kemudian menjabat sebagai ibu negara California selama tugas suaminya sebagai Gubernur California 1967-1975. Selanjutnya mereka pindah ke White House setelah kemenangan yang menentukan melawan Presiden dari Demokrat Jimmy Carter pada tahun 1980.

Proyek Nancy Reagan yang paling  banyak dipublikasikan adalah "Just Say No" yang merupakan kampanye antinarkoba. Setelah suaminya terkena penyakit Alzheimer, ia aktif mendorong penelitian sel punca sebagai bagian dari perjuangan menemukan obat untuk suaminya.

Sebagai istri Reagan, mitra politik dan sekaligus penasihat, Nancy Reagan akhirnya menjadi salah satu perempuan paling kuat wanita di Amerika. Meski pun kontroversial, sejarah telah mencatat bagaimana kontribusi Nyonya Reagan ini.

Percaya astrologi

Nancy Reagan dikabarkan sering beda pendapat dengan kepala staf suaminya yaitu Donald Regan. Regan mengungkapkan kebiasaan sang Ibu Negara, yaitu selalu percaya pada astrologi.

Entah dalam pengertian serius atau hanya sekadar olok-olok kepada Nyonya Reagan, Donald Regan mengatakan sesuatu yang sulit dipercaya khalayak umum Amerika Serikat.

Di tangan Nancy Reagan, kata Donald Regan, astrologilah yang digunakan untuk menentukan waktu pidato presiden dan juga perjalanannya, dan bahkan penentuan operasi kanker 1985 suaminya.

"Hampir setiap langkah dan keputusan Reagan, yang dibuat waktu saya menjabat kepala staf Gedung Putih, dibersihkan terlebih dahulu oleh Nancy Reagan. Dia yang menyusun horoskop untuk memastikan bahwa planet berada dalam keselarasan yang menguntungkan," tulis Regan, seperti dikutip dari Reuters.

James Baker, yang menjabat sebagai kepala staf Gedung Putih pada masa jabatan pertama Reagan, memberi pandangan yang berbeda. "Jika ada satu orang yang sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan politik Ronald Reagan, itu adalah Nancy Reagan," kata Baker.

New York Times pernah membuat tulisan soal tudingan Donald Regan ini. Dalam sebuah terbitan New York Times disebutkan, juru bicara Gedung Putih Marlin Fitzwater membenarkan bahwa Reagan dan istrinya percaya pada astrologi. Astrologi ini berpengaruh pada saat menyusun jadwal atau membuat acara penting kenegaraan.

Seorang astrologer Californa mengatakan pernah memberi konsultasi pada keluarga Reagan. Namun, Reagan mengatakan astrologi tak digunakannya dalam pengambilan kebijakan.

Ketertarikan terhadap astrologi itu diduga bermula dari peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Reagan pada 30 Maret 1981. Sebelum penembakan, seorang astrologer sudah mengingatkan kepada Nancy Reagan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk hari itu.

"Akan terjadi insiden pada hari itu," kata seorang astrologer yang tak disebutkan namanya. Sejak itulah Nancy Reagan merasa yakin dengan astrologi.

Di masa tuanya, Nancy Reagan mencurahkan waktunya untuk merawat suami yang sakit di rumah mereka di Los Angeles. Ia selalu disiplin menjaga suaminya. Ketika suaminya meninggal, dia sendiri yang dengan tegar memimpin pemakaman sang suami pada 2004. (Reuters)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.