Kompas.com - 04/03/2016, 13:20 WIB
EditorErvan Hardoko
JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Seorang produser opera tentang Nelson Mandela yang digelar dua tahun lalu kabur tanpa membayar para pemain dan kru pagelaran itu.

Unathi Mtirara, yang masih kerabat jauh Mandela, diyakini menerima 45.000 poundsterling atau sekitar Rp 834 juta dari pemerintah Afsel.

Salah satu yang tidak menerima bayaran adalah pemilik penginapan tempat Mtirara menempatkan para pemain operanya itu.

Seorang pengacara pemilik penginapan mengatakan, rekannya pernah menghubungi telepon Mtirara namun tanpa hasil.

Saat itu telepon dijawab istri Mtirara yang mengatakan "tangkap saya jika bisa" sebelum memutus pembicaraan.

Seorang anggota tim produksi opera ini mengatakan kepada harian The Pretoria News bahwa Mtirara menyambungkan teleponnya dengan mesin penjawab dan diduga pria itu sudah kabur ke luar negeri.

"Dia kabur dengan membawa uang itu dan meninggalkan kami begitu saja," kata seorang kru opera yang tak mau disebut namanya.

"Telepon Mtirara dan istrinya tak bisa dihubungi lagi, akun media sosialnya juga sudah dihapus," tambah kru itu.

"Madiba: The Africa Opera" adalah karya Mtirara, seorang cucu  sepupu Nelson Mandela. Opera itu menggambarkan masa kecil Madiba di kawasan kesukuan Eastern Cape dan perjuangannya melawan apartheid.

Sosok Mtirara, sebenarnya sangat dikenal di kalangan para produser opera, menyebut opera ini adalah karya terbesarnya dan kisah yang ada di dalam opera itu disampaikan langsung mendiang Mandela.

"Salah satu hal yang diajarkannya adalah jika saya terlibat secara pribada dalam sesuatu atau saya setuju untuk melakukan sesuatu, maka saya akan meninggalkan warisan," ujar Mtirara dalam sebuah wawancara.

Produksi opera itu sudah didera masalah keuangan sejak digelarkan di teater negara di Pretoria, lima bulan setelah kematian Mandela pada Desember 2013.

Lalu, pagelaran opera itu dihentikan hanya setelah tiga kali penampilan. Saat itu Mtirara mengatakan, dewan lotere nasional tak memenuhi janjinya untuk memberi dukungan dana.

Kemudian, Departemen Seni dan Kebudayaan Afrika Selatan turun tangan dan memberikan hibah sebesar 45.000 poundsterling.

Pada November tahun lalu, Mtirara menjanjikan opera itu akan kembali dipentaskan dengan lebih besar dan lebih baik.

Para pendukung opera ini termasuk 60 orang penyanyi muda dari sebuah universitas, para seniman profesional dan seorang penyanyi kenamaan.

Namun, pada Desember lalu sebagian besar kru dan pemain lewat media sosial mengeluh karena mereka belum mendapatkan bayaran.

Saat itu Mtirara hanya mengatakan dia belum menerima penuh uang dari Departemen Seni dan Kebudayaan dan sejak itu dia tak pernah terlihat kembali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.